Berita

Komnas PA Desak SMP Jaktim Perketat Keamanan Pasca Kasus Anak Influencer

Advertisement

Jakarta – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendesak sekolah menengah pertama (SMP) di Jakarta Timur untuk meningkatkan upaya menjaga keamanan dan kenyamanan siswa, terutama bagi korban dugaan perundungan dan pelecehan. Desakan ini muncul setelah Komnas PA mendampingi anak seorang influencer yang menjadi korban di salah satu SMP di wilayah tersebut, meskipun kasusnya telah diselesaikan secara damai.

Fokus pada Pemulihan dan Keamanan Korban

Wakil Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Hagistio Pradika menyatakan bahwa pendampingan terhadap korban tidak berhenti pada penyelesaian damai. “Kita tidak hanya sampai di sini saja. Tetapi kita juga mengedepankan hak-hak anak, dimulai dari pemulihan-pemulihan psikis dan mentalnya dari anaknya. Terus juga keamanan dan kenyamanan di sekolah itu juga penting. Jangan sampai setelah ini malah nantinya tidak nyaman dan lain sebagainya,” ujar Hagistio kepada wartawan di Halim, Jakarta Timur, Rabu (28/1/2026).

Peran Dinas Pendidikan dalam Pencegahan Perundungan

Komnas PA juga menyoroti pentingnya kepedulian Dinas Pendidikan terhadap isu perundungan yang masih marak terjadi di sekolah-sekolah. Hagistio meminta agar Dinas Pendidikan lebih proaktif dalam menangani kasus perundungan. “Saya atas nama Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta juga meminta kepada Dinas Pendidikan untuk bisa lebih aware, bisa lebih peduli lagi dengan kasus-kasus bully yang masih terjadi di Jakarta. Ayo kita sama-sama untuk mencegah pembulian di sekolah,” tuturnya.

Perundungan Anak Dinilai Sebagai Kejahatan

Lebih lanjut, Hagistio menegaskan bahwa kasus perundungan yang dialami anak influencer di SMPN Jaktim tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai kenakalan remaja semata, melainkan sudah masuk ranah kejahatan. “Kalau di kasus ini, ini sebenarnya bukan lagi kenakalan, tapi ini adalah kejahatan. Karena bahasanya itu bukan bahasa kenakalan lagi, bahasanya sudah bahasa dewasa. Jadi kami mengartikan bahwa ini bukan lagi kenakalan, tapi sudah kejahatan,” tegasnya.

Kronologi Dugaan Pelecehan dan Perundungan

Sebelumnya, seorang remaja putri berinisial C, yang merupakan anak dari influencer berinisial H, diduga menjadi korban pelecehan seksual dan perundungan oleh teman sekelasnya berinisial R di salah satu SMP negeri di Jakarta Timur. Menurut keterangan H yang dilansir Antara, peristiwa ini bermula dari ajakan R kepada C untuk merayakan tahun baru bersama. Namun, rencana tersebut tidak terlaksana.

Advertisement

H menceritakan bahwa ia sempat mendengar rencana R untuk membius C jika ajakan tahun baru tersebut disetujui. “Nah kebetulan di tahun baru kemarin itu saya punya ‘plan’, saya bawalah ke Yogya. Nah pas ke Yogya akhirnya anak saya lebih milih pergi sama saya. Anak saya masih belum tahu rencananya dia (R),” kata H, dilansir Antara, Rabu (21/1).

C juga diduga menjadi korban perundungan verbal sejak Februari 2025. “Anak saya ketika dengar gosip itu langsung tanya, ‘kamu kemarin ngajakin ke aku tahun baruan tuh mau ngebius?’ Terus dia (R) bilang, ‘iya, tapi aku cuma bercanda kok,’ gitu. Cuma bercanda, gini gini gini. Semua selalu berdalihnya bercanda,” ungkap H menirukan percakapan anaknya.

Selain itu, C juga pernah menegur R karena membahas hal yang dianggap tidak pantas terkait kakak C dalam sebuah grup percakapan yang beranggotakan puluhan siswa.

Advertisement