Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, mengajak seluruh umat Islam untuk melakukan introspeksi diri atau muhasabah. Ajakan ini disampaikan menyusul banyaknya bencana yang melanda berbagai wilayah di Indonesia belakangan ini.
Muhasabah Diri Pasca Bencana
KH Anwar Iskandar menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan dan ta’aruf pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7/2/2026). Ia mengawali dengan menggambarkan kehadiran para ulama dan umat Islam sejak Subuh untuk bermunajat.
“Untuk memohon, sekali lagi memohon agar Allah menyelamatkan bangsa dan negara Republik Indonesia tercinta kita ini,” ujar KH Anwar Iskandar.
Lebih lanjut, ia menyoroti berbagai musibah yang telah terjadi di tanah air. KH Anwar Iskandar mengajak umat Islam untuk senantiasa berdoa demi keselamatan dari segala cobaan.
“Lebih-lebih karena akhir-akhir ini ada banyak cobaan yang diberikan oleh Allah kepada kita semuanya,” tuturnya. “Semoga doa kita yang kita laksanakan sejak awal ada musibah di Aceh dan Sumatera, sampai hari ini tak pernah putus-putusnya di masjid-masjid, di musala-musala, di pesantren-pesantren, dalam setiap salat, dalam setiap kegiatan, selalu kita memohon kepada Allah untuk itu.”
KH Anwar Iskandar kemudian mengajak umat Islam untuk merenungkan diri, sebab musibah yang terjadi seringkali merupakan akibat dari kesalahan manusia itu sendiri.
“Marilah kita sekalian memahami, merenungkan, bahwa tidak ada musibah terjadi bagi umat manusia kecuali atas ulah dan kesalahan manusia itu sendiri,” tegasnya. “Ini penting kita untuk bermuhasabah, untuk introspeksi diri bahwa selama ini mungkin kita banyak salah.”
Ia menekankan pentingnya introspeksi diri sebagai langkah menjaga diri dari murka Tuhan.
“Kita banyak dosa, apa yang diperintahkan oleh Allah kita tidak jalankan, apa yang dilarang malah kita jalankan. Penting kita muhasabah, penting kita bertobat, penting kita beristigfar, penting, penting kita untuk mawas diri agar di kemudian hari kita tidak akan terjatuh dalam murka Allah Subhanahu wa Ta’ala,” jelasnya.
Ajak Umat Bersatu Ciptakan Stabilitas Negara
Selain itu, KH Anwar Iskandar juga menyerukan persatuan di kalangan umat Islam. Menurutnya, persatuan umat akan berkontribusi dalam menciptakan stabilitas negara.
“Kepada kita semuanya, umat Islam Indonesia pada khususnya, untuk terus-menerus menjalin ukhuwah islamiah, untuk memupuk ukhuwah wathaniyah, untuk memupuk ukhuwah insaniyah, untuk memupuk persatuan Indonesia,” kata KH Anwar Iskandar.
“Karena dengan persatuan ini, kita berarti telah menciptakan sesuatu yang baik, menciptakan stabilitas untuk negara ini, dan dengan itu kita bisa berbuat lebih banyak, kita bisa berbuat lebih baik untuk Indonesia di masa-masa yang akan datang,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa umat Islam memiliki tanggung jawab dalam keberhasilan pembangunan negara. Sebaliknya, kegagalan pembangunan juga menjadi tanggung jawab umat jika tidak bersatu.
“Keberhasilan pembangunan Indonesia adalah juga keberhasilan seluruh umat Islam Indonesia. Tapi kegagalan pembangunan Indonesia yang dipimpin oleh Presiden adalah juga kegagalan umat Islam Indonesia,” ungkapnya.
“Oleh karena itu, umat Islam juga berkewajiban, berkewajiban untuk bersama-sama membersamai pemerintah sebagai shaqiqul hukumah, sebagai mitra hukumah (pemerintah), untuk mengantarkan bangsa ini menuju kebahagiaan dan kemuliaan serta kemakmuran di masa-masa yang akan datang,” sambungnya.
Doa untuk Presiden
Di akhir sambutannya, KH Anwar Iskandar mengajak seluruh umat untuk mendoakan Presiden RI. Ia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi pemerintah ke depan akan semakin berat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Banyak tantangan yang bersifat nasional maupun internasional. Kita doakan mudah-mudahan diberi kekuatan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala lahir dan batin, dan akan mampu untuk membawa kita semuanya bangsa yang baik dan membawa dunia ini menjadi dunia yang damai,” pungkasnya.






