Berita

Ketua MPR Ahmad Muzani Kunjungi Pesantren di Aceh, Ajak Optimis Pulih Pasca Bencana Akhir 2025

Advertisement

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani bersama pimpinan MPR lainnya melakukan kunjungan ke Pesantren Mahyal Ulum di Aceh Besar. Dalam kesempatan tersebut, Muzani mengajak seluruh pihak untuk tetap optimis dalam upaya pemulihan pasca bencana yang melanda Aceh pada akhir November 2025.

Optimisme dan Syukur di Tengah Ujian

Ahmad Muzani mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur. Ia berharap pertemuan tersebut membawa keberkahan bagi semua yang hadir.

“Pertama-tama marilah kita bersyukur ke hadirat Allah, hari ini kita dapat bermuwajahah dengan para ulama, para tokoh masyarakat, para abu, para masyayikh, dan mudah-mudahan Allah berkahi pertemuan hari ini,” ujar Muzani di Dayah Mahyal Ulum, Aceh Besar, Selasa (10/2/2026).

Muzani menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh MPR. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan nyata dan semangat kepada para korban bencana di Aceh.

“Kedatangan kami adalah bagian dari upaya untuk memberikan support, semangat terhadap musibah yang berlangsung pada tanggal 31 November yang lalu. Kami merasakan betapa berat ujian itu. Kami merasakan betapa ujian itu tidak ringan, bukan hanya dihadapi oleh masyarakat awam di Aceh, tapi juga dihadapi oleh para tokoh agama, para abu, para ustaz, para masyayikh, para ibu nyai, berat sekali ujiannya,” ungkapnya.

Aspirasi Masyarakat Disampaikan ke Presiden

Muzani menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Aceh dalam setiap kunjungan telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Aspirasi tersebut mencakup berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari pembangunan hunian sementara bagi pengungsi, perbaikan jalan nasional dan provinsi, pemulihan layanan listrik, hingga kelangkaan gas 3 Kg.

“Semua itu kami sampaikan kepada Presiden sepulang dari Aceh, dan hampir seluruhnya apa yang disampaikan oleh para tokoh masyarakat, para Bupati kepada kami, sekarang ini pelan-pelan sudah mulai dipulihkan. Jalanan transportasi dari Banda Aceh sampai Medan mulai bagus, transportasi dari Banda Aceh sampai kabupaten-kabupaten mulai tersambung,” jelas Muzani.

Advertisement

Terkait pemulihan listrik, Muzani mengutip laporan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

“Listrik, Pak Tito tadi mengabarkan kepada kami sudah 99%, yang belum kurang lebih 23 desa di Aceh karena topografi dan lokasinya sangat berat sehingga memerlukan waktu untuk bisa nyala di sana,” imbuhnya.

Peran Ulama dalam Menjaga Optimisme

Ahmad Muzani mengapresiasi peran para ulama yang terus menerus menyebarkan semangat optimisme di tengah kesulitan.

“Kami menyampaikan terima kasih yang amat besar kepada para ulama, para kiai, para abu, para masyayikh, para ustaz, para nyai yang terus-menerus tanpa henti menyampaikan kabar optimisme ini tentang musibah-musibah itu,” ujarnya.

Ia meyakini bahwa kondisi Aceh akan terus membaik dan menegaskan solidaritas antara Aceh dan Jakarta.

“Hadirin yang saya hormati, kedatangan kami inilah yang menyebabkan Aceh masih optimis. Inilah yang menyebabkan rakyat Aceh masih yakin masa depan itu masih gemilang karena adanya dari tuan-tuan guru, dari para mualim, dari para dayah, pimpinan dayah, para Abu,” ujar Muzani. “Inilah yang menyebabkan optimisme. Kenapa? Dan optimisme orang Aceh itu optimisme kami. Sakit Aceh, sakit kita yang ada di Jakarta. Jadi inilah cara kita menguatkan rakyat, cara kita menguatkan masyarakat, cara kita menguatkan umat,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Muzani didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW), dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Advertisement