Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani, menekankan pentingnya kekuatan Nahdlatul Ulama (NU) bagi keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Muzani saat memberikan sambutan dalam puncak perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-100 tahun NU yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (31/1/2026).
NU Kuat, Indonesia Kuat
Menurut Muzani, negara membutuhkan NU yang kuat. Ia menjelaskan bahwa kekuatan NU berbanding lurus dengan kekuatan Indonesia. “Negara perlu NU kuat. Negara perlu NU kuat. Kenapa negara perlu NU kuat? Kalau NU kuat, Indonesia akan kuat,” ujar Muzani di hadapan ribuan hadirin.
Ia merinci lebih lanjut bagaimana NU dapat menjadi kuat. Menurutnya, jamiyah dan jamaah NU harus dalam kondisi yang baik. “NU kuat itu apabila jam’iyah NU itu kuat makan. NU kuat itu apabila jamaah NU itu sehat. NU kuat itu apabila jamaah NU itu kenyang. NU kuat itu apabila jamaah NU itu ada pekerjaan. NU kuat itu apabila jamaah NU itu dompetnya tebal,” jelasnya.
Muzani menambahkan, Indonesia akan menjadi negara yang kuat apabila rakyatnya sehat, baik jasmani maupun rohani, memiliki pekerjaan, dan cerdas. Ia mengaitkan hal tersebut dengan ajaran doa yang selama ini diajarkan oleh para ulama dan kyai NU.
“Dan itulah yang dimaksud saya kira dengan doa kita, Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah. Dunianya hasanah, akhiratnya hasanah. Itulah yang dikejar, yang diajarkan oleh para ulama kita, kyai-kyai kita, guru-guru kita, nyai-nyai kita di berbagai macam pondok pesantren,” tuturnya.
Pengabdian Tanpa Pamrih
Lebih lanjut, Muzani mengajak seluruh warga NU untuk terus memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara. Ia meyakini bahwa perjuangan warga NU untuk negara tidak membutuhkan pujian, bahkan terkadang harus menghadapi makian.
“Memberi pengabdian negara kadang dipuji, memberi pengabdian negara kadang dimaki. Pimpinan NU, santri NU, pengurus NU, kyai NU, tidak perlu pujian, tidak perlu makian, tapi yang penting bagi NU adalah ridho Allah subhanahu wa ta’ala,” tegas Muzani.
Ia menutup sambutannya dengan ucapan selamat berjuang untuk 100 tahun kedua NU, seraya berharap agar organisasi tersebut terus memberikan kontribusi positif bagi Indonesia.






