Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga institusi MK agar terbebas dari pengaruh tekanan politik dan segala bentuk intervensi yang dapat mengarah pada kepentingan pragmatis. Ajakan ini disampaikan Suhartoyo dalam sidang pleno khusus penyampaian laporan tahunan 2025 dan pembukaan masa persidangan MK tahun 2026 yang digelar pada Rabu (7/1/2026).
Upaya Menjaga Independensi Sepanjang 2025
Suhartoyo menegaskan bahwa MK berupaya keras menjaga independensinya sepanjang tahun 2025. Upaya ini dilakukan demi memastikan setiap putusan yang dihasilkan murni berdasarkan pertimbangan hukum yang kuat.
“Dalam konteks inilah Mahkamah Konstitusi sepanjang tahun 2025 telah berikhtiar menjaga independensinya, menutup ruang intervensi, dan memastikan bahwa setiap putusan lahir dari pertimbangan hukum serta nurani yang berlandaskan nilai dan prinsip yang dikandung oleh konstitusi,” ujar Suhartoyo.
Independensi Hakim sebagai Jaminan Keadilan
Lebih lanjut, Suhartoyo menekankan bahwa menjaga independensi merupakan kewajiban mutlak bagi setiap hakim. Ia berpandangan bahwa independensi hakim adalah jaminan fundamental bagi para pencari keadilan.
“Dalam hal ini, hukum tidak boleh menjadi alat kekuasaan, tetapi harus menjadi sarana untuk menghadirkan keadilan,” tegasnya.
Suhartoyo juga menyatakan bahwa Pancasila berfungsi sebagai pemandu utama, sementara konstitusi menjadi kompas dalam setiap proses persidangan di MK. Ia meyakini bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan hanya dapat diraih dan dijaga melalui konsistensi, transparansi, akuntabilitas, dan integritas yang tinggi.
“Mahkamah Konstitusi memahami bahwa kepercayaan publik adalah pondasi utama lembaga peradilan. Kepercayaan tersebut hanya dapat dijaga melalui konsistensi, transparansi, akuntabilitas, dan integritas,” pungkas Suhartoyo.
Kehadiran Tokoh Penting dalam Sidang Pleno
Sidang pleno khusus tersebut dihadiri oleh delapan hakim MK, termasuk Suhartoyo sendiri, Saldi Isra, Arief Hidayat, Enny Nurbaningsih, Daniel Yusmic Pancastaki, Guntur Hamzah, Ridwan Mansyur, dan Arsul Sani. Selain itu, sejumlah tokoh penting dan menteri juga tampak hadir, di antaranya Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, serta perwakilan duta besar dari berbagai negara.






