Berita

Kementrans Bersama 10 PTN Unggulan Reformulasi Transmigrasi Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Advertisement

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan bahwa program transmigrasi di Indonesia kini bertransformasi dari sekadar penyebaran penduduk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Transformasi ini diwujudkan melalui kemitraan strategis dengan sepuluh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Indonesia dalam program Transmigrasi Patriot.

Kolaborasi dengan PTN Unggulan

Sepuluh universitas yang menjadi mitra dalam program ini adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin.

“Kita tahu saat ini transmigrasi bukan lagi penyebaran penduduk tapi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Iftitah dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot 2026, di Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Iftitah menambahkan, fokus utama program ini adalah penyediaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat agar terbebas dari kemiskinan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Program Unggulan Transmigrasi Patriot 2026

Dalam rapat koordinasi tersebut, Iftitah memaparkan dua program besar yang menjadi pilar keberlanjutan Transmigrasi Patriot 2026:

1. Ekspedisi Patriot

Program ini merupakan riset dan pemberdayaan strategis yang melibatkan mahasiswa serta peneliti muda untuk mengkaji dan mengembangkan kawasan transmigrasi. Ekspedisi Patriot memiliki dua fokus utama:

  • Bakti Transmigrasi: Mahasiswa dan peneliti akan diterjunkan untuk melakukan pengabdian masyarakat yang konkret, seperti perbaikan infrastruktur dasar yang belum terpenuhi dan penanganan teknis pertanian, termasuk pembibitan dan perlindungan tanaman. Mereka juga akan mengoptimalkan potensi pariwisata dan pertambangan di 154 wilayah transmigrasi yang ada.
  • Investasi Transmigrasi: Fokus ini bertujuan mengembangkan potensi strategis kawasan transmigrasi dalam skala besar, mencontoh keberhasilan di Pulau Rempang, Mamuju, dan Merauke. Pengembangan ini mencakup industrialisasi, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga potensi logam tanah jarang di Mamuju yang sangat strategis di pasar global.

“Tahun lalu kita menghasilkan 400 output riset dan pemetaan potensi ekonomi. Maka tahun ini melalui ekspedisi patriot Bakti Transmigrasi nanti kita akan melakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk yang lebih konkrit. Misalkan ada infrastruktur dasar yang belum terpenuhi, maka kita akan terjunkan para patriot dari kampus-kampus unggulan tadi untuk membantu masyarakat dalam bidang infrastruktur dasar,” jelasnya.

Advertisement

Iftitah juga mengungkapkan adanya usulan 60 kawasan transmigrasi baru dari 60 kepala daerah.

Mengenai Investasi Transmigrasi, Iftitah menjelaskan, “Kita tahu bahwa tidak seperti gambaran dulu, transmigrasi itu adalah kawasan-kawasan yang cukup terbelakang, yang kami harus jujur mengakui ada beberapa tempat yang memang belum berkembang, apalagi karena infrastruktur dan sebagainya, tetapi di beberapa wilayah itu potensi ekonominya sudah kelihatan sekali, dan sesuai dengan hasil tim ekspedisi patriot nanti akan kami kembangkan dalam skala yang lebih besar.”

Contoh pengembangan yang disebutkan meliputi industrialisasi di Rempang dan Galang, pengembangan logam tanah jarang di Mamuju yang didukung sektor pertanian, serta pengembangan pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan di Merauke.

2. Beasiswa Patriot

Program kedua adalah pendirian Kampus Patriot. Kampus ini berfungsi sebagai jembatan antara dunia akademis dan kebutuhan riil di lapangan, memastikan pembangunan ekonomi di kawasan transmigrasi memberikan keuntungan langsung bagi penduduk setempat.

“Program kedua dari transmigrasi patriot itu adalah Beasiswa Patriot. Tadi di 3 potensi wilayah tadi itulah akan kami dirikan kampus patriot, jadi kami menjembatani antara niat kampus dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” terangnya.

Iftitah menekankan pentingnya masyarakat di wilayah transmigrasi merasakan manfaat langsung dari pembangunan ekonomi agar tidak merasa terasing di wilayah mereka sendiri. Diskusi intensif mengenai program studi, insentif, syarat, dan langkah selanjutnya akan dilakukan, dengan target peluncuran program pada bulan depan.

Advertisement