Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan seluruh kebutuhan dasar para korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, terpenuhi dengan baik. Upaya penanganan darurat difokuskan pada pendirian dapur umum dan distribusi bantuan logistik yang memadai.
Koordinasi Penanganan Bencana
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa koordinasi dan kolaborasi dengan semua pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar para korban.
“Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan semua pihak terkait, untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (28/1/2026).
Penyebab dan Dampak Banjir
Banjir yang terjadi pada Jumat (23/1/2026) dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Pemalang. Luapan Sungai Gung, Kali Pena Kir, dan Kali Soso membawa material lumpur, bebatuan, serta kayu gelondongan dari kawasan hutan Gunung Slamet.
Bencana ini menerjang empat desa: Gunungsari, Penakir, Jurang Mangu di Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima di Kecamatan Moga. Titik terparah berada di perkampungan Sawangan, Desa Penakir, di mana sekitar 10 rumah rusak dan 4 kendaraan roda dua terseret arus.
Sebanyak 2.100 jiwa terdampak, dengan 1.888 di antaranya terpaksa mengungsi ke tujuh titik yang telah disiapkan, meliputi Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung NU, Madrasah YPG Sarangan, Wanasari, Puskesmas, Sawangan, dan Moga R Teratai.
Kerugian Materiil dan Korban Jiwa
Kerugian materiil akibat bencana ini cukup signifikan, meliputi:
- 26 unit rumah rusak berat.
- 24 unit rumah rusak ringan atau sedang.
- 4 unit kendaraan roda dua terseret air.
- 1 unit fasilitas ibadah rusak.
- 2 jembatan penghubung antar dusun di Desa Pulosari terputus.
- Jembatan Sungai Reas rusak.
Selain kerugian materiil, banjir juga merenggut korban jiwa. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, yaitu Tanto (33) dari Desa Penakir, serta Aksinudin (41) dan Rutinah (86) dari Desa Bongas. Satu orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
Upaya Penanganan Terpadu
Kemensos bersama Dinas Sosial Provinsi, Dinas Sosial Kabupaten, BPBD, TNI, Polri, Tagana, dan relawan lainnya bergerak cepat melakukan penanganan menyeluruh. Langkah-langkah yang diambil meliputi evakuasi korban terdampak ke pengungsian, serta evakuasi jenazah korban meninggal dan penanganan medis bagi korban luka di Rumah Sakit Islam Pemalang.
Pendirian dan pengoperasian dapur umum lapangan di Kantor Kecamatan Pulosari juga menjadi prioritas untuk memastikan ketersediaan makanan bagi para pengungsi.
“Petugas dilapangan terus bekerja melakukan evakuasi, pendataan korban terdampak, serta mendirikan dapur umum,” papar Gus Ipul.
Distribusi Bantuan Logistik
Untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban, Kemensos mendistribusikan bantuan logistik senilai Rp 539.722.400. Bantuan ini dikirim dari Gudang Induk di Bekasi dan mencakup berbagai item penting.
Adapun rincian bantuan logistik yang telah didistribusikan adalah sebagai berikut:
| Jenis Bantuan | Jumlah |
| Makanan Siap Saji | 2.000 paket |
| Lauk Pauk Siap Saji | 1.000 paket |
| Selimut | 200 lembar |
| Kasur | 200 lembar |
| Kids Wear | 100 paket |
| Family Kit | 200 paket |
| Tenda Gulung | 200 lembar |
| Tenda Serbaguna | 1 Unit |
| Dapur Umum Lapangan (Dumlap) | 1 Unit |
Status Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung sejak 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Saat ini, kondisi banjir berangsur surut, dan petugas mulai fokus pada pembersihan material sisa bencana, termasuk puing pohon yang menghalangi jalan raya.






