Berita

Kemensos Kirim Ribuan Paket Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Situbondo

Advertisement

Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan darurat bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Banjir tersebut merendam lima kecamatan, sempat melumpuhkan jalur nasional pantai utara (Pantura), dan merenggut nyawa dua warga.

Bantuan Logistik dan Kebutuhan Dasar

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa Kemensos telah mengirimkan bantuan kedaruratan dari Sentra Terpadu Soeharso Surakarta. “Kemensos mengirim bantuan kedaruratan bagi warga terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Situbondo. Pada hari ini bantuan dikirim dari Sentra Terpadu Soeharso Surakarta,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (24/1/2026).

Bantuan logistik yang disalurkan mencakup 2.000 paket makanan siap saji, 1.000 paket lauk pauk siap saji, dan 800 paket makanan anak. Selain itu, disalurkan pula 200 paket family kit dan 200 paket kidswear. Bantuan sandang untuk orang dewasa, anak, dan bayi masing-masing sebanyak 100 paket juga turut diberikan. Untuk mendukung kebutuhan pengungsian, Kemensos menyediakan 200 lembar kasur, 200 lembar selimut, dan 200 lembar tenda gulung.

Upaya Penanggulangan Bencana

Petugas Kemensos, dinas sosial, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Situbondo telah bergerak cepat melakukan asesmen, mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman, serta mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

Koordinasi lintas sektor secara intensif terus dilakukan bersama pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, tenaga kesehatan, dan para relawan untuk memaksimalkan upaya penanggulangan bencana.

Advertisement

Dampak Banjir dan Kerusakan

Data sementara mencatat sebanyak 9.045 jiwa terdampak langsung oleh bencana banjir ini. Selain dua korban jiwa yang meninggal dunia, banjir juga mengakibatkan 3.015 rumah terendam, 8 rumah rusak berat, dan 12 rumah rusak sedang. Hingga kini, jumlah pengungsi dan lokasi pengungsian masih dalam proses asesmen oleh petugas di lapangan.

Kronologi Kejadian

Banjir besar yang melanda Situbondo terjadi pada Rabu (21/1/2026) setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus. Akibatnya, sungai meluap dan tanggul jebol, menyebabkan genangan air merendam lima kecamatan, yaitu Besuki, Banyuglugur, Mlandingan, Bungatan, dan Kendit.

Jalur nasional Pantura yang menghubungkan Situbondo dan Surabaya sempat lumpuh total. Jembatan di Desa Jetis Tanjung, Kecamatan Besuki, dilaporkan ambruk dan terbawa arus deras. Bencana longsor juga terjadi di Desa Kalisari, Kecamatan Banyuglugur, yang menimpa salah satu rumah warga.

Proses Pemulihan

Hingga Sabtu (24/1/2026), banjir di lima kecamatan tersebut dilaporkan telah surut. Warga bersama personel TNI, Polri, dan para relawan bahu-membahu membersihkan lumpur serta material sisa banjir dari rumah dan lingkungan sekitar. Tagana Situbondo masih terus menyediakan layanan dapur umum sembari menunggu kondisi pulih sepenuhnya.

Advertisement