Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Teguh Setyabudi, menegaskan bahwa rencana kerja tahun 2026-2027 tidak boleh hanya menjadi rutinitas. Ia berharap periode tersebut dapat menjadi fondasi warisan kerja digital yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan Teguh dalam Rapat Perencanaan Program dan Anggaran yang digelar secara daring pada Kamis (19/2/2026). Ia memaparkan sejumlah indikator yang telah ditetapkan untuk tahun 2026. Target tersebut mencakup Indeks Kualitas Layanan Adminduk sebesar 77, serta 275 kabupaten/kota yang masuk dalam kategori ‘Sangat Baik’.
Target Aktivasi Identitas Digital dan Layanan Kependudukan
Lebih lanjut, Teguh merinci target spesifik untuk aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). “Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) ditargetkan mencapai 20 persen dari wajib KTP, disertai penerbitan ratusan ribu dokumen kependudukan dan penguatan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) di 15 daerah,” kata Teguh dalam keterangannya, Jumat (20/2).
Selain itu, penguatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi sorotan utama sebagai tulang punggung transformasi digital. Upaya ini meliputi pembangunan Data Center Tier 3 di Kampus IPDN Jalan Ampera, Jakarta, penyediaan 22 juta keping blangko KTP-el, serta 2 juta lisensi ABIS. Penerapan standar keamanan ISO 27001 di pusat dan daerah juga menjadi bagian dari penguatan ini.
“Penguatan sarana TIK, termasuk melalui dukungan pembiayaan Pinjaman Luar Negeri, diarahkan untuk memastikan keamanan data, integrasi lintas sektor, dan pemerataan layanan hingga wilayah 3T,” ungkapnya.
Efektivitas dan Akuntabilitas dalam Perencanaan Anggaran
Teguh Setyabudi juga menekankan pentingnya efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas sejak tahap perencanaan dalam penyusunan Anggaran Tahun 2027. Ia menginstruksikan agar setiap usulan kegiatan harus dilengkapi dengan Terms of Reference (TOR) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang jelas.
“Bukan hanya soal anggaran, tetapi bagaimana setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan menjadi warisan kerja yang membanggakan, bukan hanya untuk Dukcapil, tetapi untuk bangsa,” pungkas Teguh.





