Keluarga pramugari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaruang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menceritakan kronologi penemuan jasad Florencia Lolita Wibisono alias Olen (33). Pihak keluarga mengaku terlibat langsung dalam upaya pencarian Olen di Makassar.
“Jadi memang hari, kami sampai di Makassar itu hari Minggu. Dan di sana langsung difasilitasi sama IAT yang perusahaan di mana Olen bekerja. Disiapkan semua segala sesuatu di sana. Terus dikasih kabar, dikasih update terus. Kami semua dibuatkan satu grup dan lain-lain,” kata Felix Agoes, kakak ipar Olen, kepada wartawan di rumah duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara, Kamis (22/1/2026).
Felix melanjutkan, pada hari Senin, keluarga berkumpul untuk berdoa bersama. “Kami berdoa bersama-sama sebagai keluarga. Ada papa, mamanya Olen, dan ada kakaknya juga. Kami berdoa bersama,” ujarnya.
Kurang lebih satu setengah jam setelah doa bersama pada Senin siang, Felix mendapat kabar penemuan jasad kedua yang berjenis kelamin perempuan. Meskipun belum teridentifikasi secara resmi, keluarga meyakini jasad tersebut adalah Olen.
“Walaupun belum secara detail itu ciri-cirinya seperti apa, tapi mungkin batin ya, secara batin kami kayak merasa itu Olen. Dan kami menunggu semuanya,” tutur Felix.
Ia menambahkan bahwa pihak keluarga terus berkomunikasi dengan kepolisian setempat dan mendapat kabar bahwa jasad perempuan tersebut belum bisa dievakuasi pada hari Senin karena kondisi cuaca yang buruk, medan yang terjal, dan kabut.
“Karena memang di sana cuacanya parah. Mereka nggak bisa evakuasi secepatnya selain terjal, kabut dan lain-lain. Jadi satu hari penuh itu nggak bisa diapa-apain setelah ditemukan,” jelasnya.
Pada Selasa (20/1), dilakukan modifikasi cuaca sehingga jasad perempuan tersebut dapat dievakuasi melalui jalur darat dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk identifikasi.
“Dan dikabarinya kami baru kebesokan paginya. Jadi hari keempat malam itu sampai di Bhayangkara Rumah Sakit. Paginya kami dapat kabar kepastian kalau itu Olen. Sehingga kami sekeluarga langsung ke sana. Ngadain penutupan peti dan lain-lain. Sehingga ada penyerahan dari Polda ke kami,” ungkap Felix.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke Jakarta menggunakan kargo dan tiba pada Rabu (21/1) dini hari. “Dan kami baru saja melakukan ibadah penghiburan bagi keluarga ya. Kurang lebih begitu kronologisnya,” imbuhnya.
Felix menyebutkan bahwa jenazah Olen akan dibawa ke Tondano, Manado pada malam ini untuk ibadah dan penghormatan terakhir sebelum dimakamkan pada Sabtu, 26 Januari mendatang.






