Keluarga pramugari Florencia Lolita Wibisono (32), salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusarung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih menyimpan harapan akan kabar baik. Wanita yang akrab disapa Olen ini terdaftar dalam manifes penerbangan nahas tersebut.
Harapan di Tengah Keterpurukan
“Kita masih mengharapkan yang terbaik untuk Olen,” ujar Suly Mandang, tante Olen, saat mendampingi ibu Florencia ke Makassar. Kehilangan Olen meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Sebelum insiden terjadi, Olen masih sempat berkomunikasi dengan keluarganya pada Jumat (16/1). Ia dikenal sebagai sosok yang aktif menjaga komunikasi dengan keluarga, selalu memberi kabar di sela kesibukannya sebagai pramugari.
“Ibunya belum lama keluar rumah sakit. Saat ibunya sakit Olen rutin telepon saat ada waktu luang,” tambah Suly.
Permintaan Doa Sebelum Terbang
Olen, yang telah berkarir sebagai pramugari selama 14 tahun, sempat meminta doa restu dari ibunya sebelum memulai perjalanan dinasnya. Ia berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1).
“Sebelum dia (Olen) berangkat dari Jogjakarta ke Makassar itu memberi tahu bahwa akan melakukan perjalanan dinas di situ dia minta doakan untuk perjalanannya,” ungkap Suly, menirukan ucapan keponakannya.
Pencarian terhadap korban dan puing-puing pesawat terus dilakukan di lereng Gunung Bulusaraung.






