Berita

Kebakaran Pabrik Pestisida di Tangsel: Api 7 Jam, Sungai Tercemar, Ikan Mati

Advertisement

Sebuah insiden kebakaran hebat melanda gudang pabrik pestisida di luar wilayah Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Selasa (10/2/2026) dini hari. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kepanikan akibat kobaran api yang sulit dipadamkan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius karena berdampak mencemari aliran Sungai Jaletreng.

Api Berkobar 7 Jam, Petugas Gunakan Pasir

Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik ini pertama kali diketahui oleh petugas keamanan yang sedang berpatroli sekitar pukul 04.30 WIB. Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran (damkar) segera bergegas menuju lokasi. Namun, upaya pemadaman api yang membakar gudang berisi bahan kimia ini tidak berjalan mudah. Petugas damkar bahkan harus mengerahkan sekitar dua truk pasir untuk memadamkan api yang tidak bisa diatasi hanya dengan air.

“Karena yang terbakar kimia, ada yang tidak bisa dipadamkan dengan air, kemudian kami gunakan pasir kurang lebih 2 truk engkel,” ujar Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya saat dihubungi.

Setelah berjuang selama kurang lebih tujuh jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Saat ini, petugas masih melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian.

Sungai Tercemar, Ikan Mati Massal

Dampak terparah dari kebakaran ini adalah pencemaran aliran Sungai Jaletreng. Dari rekaman video yang beredar, air sungai tersebut berubah warna menjadi putih pekat, menimbulkan kekhawatiran warga. “Betul. Akibat dari kebakaran di pergudangan Taman Tekno,” kata Dhady mengonfirmasi.

Advertisement

Kondisi sungai yang tercemar ini menyebabkan kematian massal ikan-ikan yang hidup di dalamnya. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang sempat memanen ikan dari Sungai Jaletreng untuk tidak mengonsumsinya karena dikhawatirkan mengandung racun.

“Karena ada pemadaman api oleh Damkar, air damkar pemadaman tersebut mengalir ke Sungai Jaletreng. Imbauan bagi masyarakat yang tadi sempat memanen ikan di sungai Jaletreng untuk tidak dikonsumsi karena dikhawatirkan keracunan,” jelasnya.

Meskipun menimbulkan kerugian materiil yang masih dalam perhitungan, AKP Dhady memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Dugaan sementara penyebab kebakaran masih mengarah pada hubungan arus pendek listrik pada gedung tersebut.

Advertisement