Berita

Kapolri Listyo Sigit: Jangan Terpancing Provokasi, Pembangunan Terhambat Jika Indonesia Rusuh

Advertisement

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap demonstrasi sebagai sarana penyampaian aspirasi dan koreksi kebijakan. Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpecah belah atau terprovokasi oleh pihak tertentu.

“Harapan ke depan tentunya ayo kita sama-sama menjadi cooling system mengingatkan jangan sampai kita dibenturkan oleh sesama anak bangsa. Protes boleh dilakukan. Karena protes itu bagian dari koreksi terhadap kebijakan-kebijakan yang masih belum sesuai,” ujar Kapolri saat menghadiri Puncak Resepsi Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam (PUI) di Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/2/2026).

Kapolri meminta masyarakat untuk melaksanakan unjuk rasa sesuai koridor yang benar. Ia tidak ingin sesama anak bangsa diadu domba yang berujung pada dampak negatif terhadap pembangunan nasional.

“Kita jangan mau untuk terpancing dan dipecah belah. Karena memang itu harapan dari negara-negara tertentu yang ingin Indonesia ini rusuh, Indonesia ini kacau. Karena kalau Indonesia rusuh, kacau, dan kemudian antarmasyarakatnya bentok terus, maka pembangunan tidak akan bisa berjalan,” tegas Kapolri.

Menurut Kapolri, masyarakat Indonesia terkadang tidak menyadari bahwa mereka seringkali dibentur-benturkan oleh kekuatan negara lain. Ia berharap keberagaman yang ada dapat dijaga demi kemajuan Indonesia.

Advertisement

Selain itu, Kapolri juga menyoroti masalah konflik yang masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Penyebabnya beragam, mulai dari isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA), distribusi kekayaan alam, hingga masalah perbatasan. Ia mengajak semua pihak untuk mewaspadai potensi konflik tersebut.

Kapolri juga mengingatkan bahaya narkoba dan judi online yang dinilai menyasar masyarakat Indonesia.

“Di satu sisi, Indonesia juga saat ini menghadapi situasi yang menurut saya ini bisa dikatakan darurat. Karena apa? Kita masih menghadapi tantangan besar terkait dengan masalah narkoba dan judi online,” tutur Kapolri.

Advertisement