JAKARTA, 24 Februari 2026 – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti maraknya aksi kumpul-kumpul anak muda yang berujung tawuran selama bulan suci Ramadan. Ia mengimbau para orang tua untuk senantiasa mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam kegiatan yang kontraproduktif.
Tradisi Kumpul Berujung Tawuran
“Kalau saya lihat menjelang buka dan menjelang sahur ya atau pasca-sahur itu yang tradisi yang namanya kumpul-kumpul antar-anak muda kemudian naik motor kemudian tawuran itu malah menjadi tren. Nah, ini yang tolong nanti diingatkan pada saat kita melaksanakan kegiatan, pada saat salat tarawih,” ujar Kapolri saat menghadiri Puncak Resepsi Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam (PUI) di Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/2/2026).
Kapolri menekankan pentingnya mengingatkan generasi muda bahwa bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah dan kesucian. “Diingatkan kepada anak-anak kita bahwa ini adalah bulan Ramadan, bulan suci, bulan yang penuh berkah. Tolong hindari hal-hal seperti itu,” tegasnya.
Ajakan Menjadi ‘Cooling System’
Lebih lanjut, Kapolri meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk PUI, untuk tidak terprovokasi melakukan tindakan negatif. Ia mengajak PUI untuk berperan sebagai ‘cooling system’ atau penyejuk di tengah masyarakat.
“Kalau ada yang memprovokasi, ingatkan mereka bahwa saat ini kita ada di bulan Ramadan. Sehingga harapan saya seluruh keluarga besar PUI betul-betul bisa menjadi cooling system,” imbuhnya.
Paradigma Baru Polri dalam Mengawal Demonstrasi
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga menyentuh isu demonstrasi sebagai bentuk koreksi masyarakat terhadap pemerintah. Ia menyinggung beberapa aksi yang sempat menjadi sorotan publik, seperti kenaikan pajak yang memicu demo, serta kejadian yang disebutnya sebagai ‘Agustus kelabu’ dan ‘September gelap’.
“Beberapa waktu lalu juga muncul kenaikan pajak yang kemudian memunculkan aksi demo di mana-mana termasuk kejadian Agustus kelabu dan Black September atau September gelap ini tentunya bisa saja terjadi di tahun-tahun mendatang, bulan-bulan datang,” ungkap Kapolri.
Kapolri menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memperbaiki diri dalam melayani masyarakat yang menyampaikan aspirasinya melalui demonstrasi. “Karena kita juga menyadari bahwa masyarakat yang melaksanakan aksi demo adalah keluarga besar kita sehingga kemudian kita juga merubah paradigma yang tadinya menjaga kita ubah menjadi melayani dan dan kita melakukan pendekatan-pendekatan yang lebih preventif dialog,” tuturnya.





