Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit: GP Ansor dan Banser adalah Sahabat Polri, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Advertisement

Bantul – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya terhadap hubungan erat antara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) serta Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Ia menyatakan bahwa kedua organisasi tersebut merupakan bagian dari keluarga besar dan sahabat Polri. Ajakan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mendukung program pemerintah digaungkan dalam acara pembukaan Latihan Instruktur dan Kursus Pelatih II di Lapangan SPN Selopamioro, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (14/2/2026).

Acara yang dihadiri oleh sedikitnya 5.050 kader Banser dari DIY dan Jawa Tengah ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting. Di antaranya adalah Ketua Umum PP GP Ansor H Addin Jauharudin, Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, Kasatkornas Banser HM Syafiq Syauqi, serta para alim ulama dan pimpinan wilayah GP Ansor dari Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Dalam arahannya, Kapolri menekankan bahwa sinergi antara Polri, GP Ansor, dan Banser telah terjalin kuat sejak lama dan perlu terus ditingkatkan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian, dari tingkat pusat hingga Polsek, untuk membuka kolaborasi seluas-luasnya bagi kader GP Ansor dan Banser.

Kolaborasi Lintas Tingkatan

“Saya minta dan saya perintahkan pada seluruh jajaran untuk bisa bekerja sama bahu-membahu dengan teman-teman dari NU, dari Ansor, dari Banser, kolaborasi yang baik mulai dari tingkat bawah sampai dengan pusat,” ujar Kapolri di hadapan ribuan peserta.

Jenderal Sigit juga berpesan kepada para instruktur yang sedang mengikuti pelatihan agar memastikan terjalinnya kedekatan personal antara kader di daerah dengan pimpinan kepolisian setempat. Menurutnya, hubungan personal yang baik adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Tolong dicek, kenal enggak yang namanya Kapolres? Kenal enggak yang namanya Kapolsek? Kenal enggak yang namanya Kapolda? Kalau Kapolri sudah kenal ya? Tapi kalau Kapolsek, Kapolres, Kapolda belum kenal berarti teman-teman belum bersinergi, belum berkolaborasi,” seloroh Kapolri, disambut tawa peserta.

Advertisement

Motor Penggerak Ekonomi dan Pembangunan

Lebih lanjut, Kapolri mendorong para kader GP Ansor dan Banser untuk tidak hanya berperan dalam aspek keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi. Ia meyakini bahwa dengan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni, yang diasah melalui pelatihan ini, kader GP Ansor-Banser mampu berkontribusi dalam program swasembada pangan dan energi yang dicanangkan pemerintah, guna membantu Indonesia melompat menjadi negara maju.

Suasana akrab semakin terasa ketika Kapolri memulai pembekalan dengan memimpin yel-yel khas organisasi tersebut. Di akhir arahannya, Kapolri sempat melontarkan candaan dengan memberikan “diskon” durasi pidato, menunjukkan kedekatan dan semangat kebersamaan.

Secara resmi, Kapolri kemudian membuka agenda Latihan Instruktur dan Kursus Pelatih II GP Ansor, Banser, dan Majelis Dzikir Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema ‘Membentuk Instruktur dan Pelatih Handal, Melaksanakan Mandat Organisasi’.

“Dengan memohon ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari ini, Sabtu, 14 Februari 2026, Pelatihan Instruktur dan Kursus Pelatih II GP Ansor, Banser dan Majelis Dzikir Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka!” tegas Kapolri menutup sambutannya.

Advertisement