Palembang, 20 Februari 2026 – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Sandi Nugroho menggelar pertemuan silaturahmi dengan para ulama dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat komunikasi dengan tokoh agama dan pimpinan organisasi keagamaan di Sumsel, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Silaturahmi dengan Muhammadiyah
Pada Kamis (19/2/2026), Irjen Sandi Nugroho mengunjungi Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel di Palembang. Kunjungan ini didampingi oleh sejumlah pejabat utama Polda Sumsel, termasuk Karo SDM Kombes Sudrajad Hariwibowo, Dirintelkam Kombes Tony Budhi Susetyo, Dirreskrimum Kombes Johannes Bangun, Dirreskrimsus Kombes Doni Satrya Sembiring, Dirresnarkoba Kombes Yulian Perdana, Dirlantas Kombes Maesa Soegriwo, Dirbinmas Kombes Hari Purnomo, Dirres PPA & PPO Kombes Andes Purwanti, serta Dansat Brimob Kombes Susnadi.
Dalam pertemuan tersebut, Irjen Sandi menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan Muhammadiyah. Ia berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di Sumsel. “Kami menyadari bahwa kami tidak bisa bekerja sendiri. Tugas kepolisian hanya bisa terlaksana melalui kerja sama dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Irjen Sandi.
Kunjungan ke Pondok Pesantren NU
Sebelumnya, pada Minggu (15/2/2026), Irjen Sandi juga telah melaksanakan silaturahmi dengan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel, KH Hendra Zainuddin. Pertemuan berlangsung di Pondok Pesantren Aulia Cendikia Kampus C, Kecamatan Sukarami, Palembang. Kapolda didampingi oleh para pejabat utama dan personel Polda Sumsel dalam kunjungan ke lingkungan pesantren tersebut.
Irjen Sandi menjelaskan bahwa kunjungan ke pesantren merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi antara kepolisian dengan tokoh-tokoh keagamaan. Hal ini juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kamtibmas di Sumsel.






