Berita

Kapal Miring di Balikpapan: 3 Tewas Terjepit Truk, 4 Luka-luka Akibat Cuaca Buruk

Advertisement

Tiga orang dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka dalam insiden kapal motor (KM) Dharma Lautan Utama (DLU) IX yang miring di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur. Korban tewas pertama terjepit truk, sementara dua korban tewas lainnya merupakan warga Sulawesi.

Update Korban dan Identifikasi

Kapolresta Balikpapan, Kombes Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, mengonfirmasi perkembangan terbaru jumlah korban. “Perkembangan saat ini total ada tujuh korban. Yang korban pertama meninggal terjepit mobil truk, kemudian perjalanan waktu ada tambahan lagi empat korban luka ringan sudah dibawa ke rumah sakit, kemudian ada juga ternyata yang meninggal dunia dua orang (lagi),” ujarnya dilansir detikKalimantan, Selasa (27/1/2026).

Mayoritas korban berjenis kelamin perempuan. Dari empat korban luka, terdapat satu anak-anak dan tiga perempuan dewasa. Satu korban luka ringan telah diizinkan pulang. Dua korban tewas yang baru ditemukan berjenis kelamin perempuan, masing-masing berusia 62 dan 40-an tahun, keduanya merupakan warga Sulawesi. Ketiga korban tewas masih menjalani pemeriksaan medis.

Proses Evakuasi dan Penyelidikan

Pihak kepolisian masih terus melakukan evakuasi dan pemeriksaan terkait insiden ini. Kombes Jerrold menyatakan bahwa kondisi kapal memang miring, namun penyebab pasti terkait kelebihan muatan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. “Jadi sampai sekarang pun masih dilakukan evakuasi. Memang kondisinya (mobil truk sembako) betul miring. Namun terkait masalah kelebihan (muatan), kita menunggu dulu hasil dari penyelidikan,” katanya.

Advertisement

Faktor Cuaca dan Kendaraan ODOL

Direktur Operasi dan Usaha Rakhmatika Ardianto sebelumnya menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia menduga kecelakaan kapal dipicu oleh faktor cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut. “Jadi menjelang sandar tadi itu, ini kan memang kondisi cuaca akhir-akhir ini kurang bagus, jadi kondisi kapal itu miring 5 derajat,” ujarnya saat dikonfirmasi detikKalimantan, Selasa (27/1/2026) siang.

Selain cuaca, Rakhmat juga menyebutkan adanya faktor kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang berkontribusi pada insiden ini. Meskipun tali kapal sudah terikat sempurna dan rampdoor telah dibuka, kombinasi cuaca buruk dan kendaraan ODOL menyebabkan kapal mengalami kemiringan saat pengemudi bersiap mengeluarkan kendaraan. “Jadi kombinasi faktor cuaca sama kendaraan ODOL, tadi kapal terikat sempurna dan sudah buka rampdoor, kondisi kapal mengalami kemiringan. Pengemudi tadi bersiap untuk mengeluarkan kendaraan karena rampdoor sudah terbuka,” jelasnya.

Advertisement