Berita

Kades Sragen Mandi Lumpur di Jalan Rusak, Protes Keras ke Pemkab Setelah Terpeleset

Advertisement

SRAGEN – Aksi protes unik dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Ngepringan, Sragen, Jawa Tengah, Narso. Ia memilih mandi lumpur di kubangan jalan rusak yang belum diperbaiki sebagai bentuk kekecewaannya terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen. Aksi ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.

Bentuk Protes Setelah Terpeleset

Narso menjelaskan bahwa aksi mandi lumpur yang dilakukannya pada Rabu (21/1/2026) pagi itu merupakan respons langsung setelah dirinya terpeleset di jalan utama Mlale-Ngepringan. Mengenakan seragam dinas lengkap dengan topi, Narso tampak menyiramkan air keruh dari kubangan jalan ke sekujur tubuhnya.

“Video kejadian tadi pagi saat berangkat kerja. Saya terpeleset di situ, mau cari sarapan lewat jalan selatan. Terus terpeleset. Sebenarnya tidak cuma saya yang terpeleset di situ, sudah banyak warga yang jatuh juga,” kata Narso, menceritakan kronologi kejadian.

Jalan Rusak Bertahun-tahun Tak Kunjung Diperbaiki

Menurut Narso, kondisi jalan yang rusak parah tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2019. Ia mengungkapkan bahwa Pemkab Sragen sempat berencana melakukan perbaikan pada tahun 2025, namun rencana tersebut tidak kunjung terealisasi hingga kini.

“Ada (yang datang). Kelihatannya semua merapat ke balai desa. Semoga segera ditindaklanjuti,” harap Narso.

Advertisement

Kondisi ini membuat warga geram. Narso berharap aksi protesnya dapat menyadarkan pihak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan nyata.

DPU Sragen Akui Ada Penundaan Perbaikan

Menanggapi hal tersebut, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Aribowo Sulistyono, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi jalan yang dimaksud. Ia mengakui bahwa perbaikan jalan tersebut sempat mengalami penundaan.

“Perbaikan jalan itu sempat tertunda karena refocusing anggaran,” ujar Aribowo tanpa merinci lebih lanjut.

Pihak DPU Sragen berjanji akan segera menindaklanjuti laporan ini dan meninjau kembali prioritas perbaikan jalan tersebut.

Advertisement