Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Polda Metro Jaya akan menyelenggarakan Apel Gabungan Satuan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Satkamtibmas) pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk tanpa gangguan.
Persiapan Keamanan Ramadan
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyatakan bahwa apel ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga keamanan. “Kita secara berkesinambungan, berkelanjutan, nanti akan melaksanakan Apel, Apel Gabungan Satkamtibmas di hari Sabtu di Monas. Ini juga memberikan ruang kepada masyarakat yang beragama muslim untuk melaksanakan ibadah bulan suci Ramadan ini dengan khusyuk, tanpa ada gangguan,” ujar Budi dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/2/2026).
Lebih lanjut, Budi memastikan bahwa jajaran Polda Metro Jaya telah menyiapkan operasi pengamanan khusus selama bulan Ramadan. Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menyelesaikan Operasi Pekat Jaya 2026 yang berlangsung selama 15 hari. Meskipun operasi tersebut telah berakhir, upaya pengamanan akan dilanjutkan dengan pembentukan Satgas Anti Tawuran.
Patroli Skala Besar dan Komitmen Keamanan
Polda Metro Jaya juga akan terus menggelar patroli rutin dengan skala yang bervariasi, mulai dari skala besar, sedang, hingga kecil, di berbagai wilayah. Kegiatan patroli ini akan melibatkan seluruh Polres jajaran, gabungan TNI, Polri, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Operasi Pekat Jaya ini memang waktunya sudah berakhir, tetapi dilanjutkan dengan adanya Satgas Anti Tawuran,” jelas Budi. “Termasuk kita juga akan melaksanakan patroli skala besar, sedang, maupun kecil di beberapa wilayah. Dan ini semua diikuti oleh seluruh Polres jajaran, gabungan TNI, Polri, dan Pemerintah Kota DKI,” ungkapnya.
Budi menegaskan komitmen Polda Metro Jaya dalam menjaga keamanan Jakarta dan wilayah sekitarnya. Penindakan terhadap pelaku kriminal akan terus digencarkan sesuai dengan program Kapolda Metro Jaya untuk menciptakan Jakarta yang aman dan membuat warganya merasa terlindungi.
“Hal ini melihat bagaimana program Bapak Kapolda Metro Jaya untuk Jaga Jakarta tetap aman, sekaligus memastikan warganya merasa terlindungi dan diperhatikan,” pungkasnya.






