JAKARTA, CNN Indonesia — Perayaan Imlek membawa berkah bagi para pedagang ikan bandeng musiman di kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat. Salah seorang pedagang, Japri (30), mengaku berhasil meraup omzet hingga Rp 15 juta hanya dalam sepekan berjualan.
Japri mulai membuka lapaknya sejak 6 Februari 2026, memanfaatkan lonjakan permintaan menjelang hari raya Imlek. Meskipun berdagang musiman di Rawa Belong, Japri bukanlah sosok baru di dunia perikanan.
Pengalaman Sejak Kecil
“Dari tanggal enam mulai jualan di sini. Kalau dagang ikan sih sudah lama, dari kelas 6 SD sudah dagang. Saya bandar di Muara Angke, tapi tiap Imlek saja jualan di sini,” ungkap Japri saat ditemui di kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat, Sabtu (14/2/2026).
Setiap harinya, Japri membawa stok bandeng sebanyak 5 ton untuk dijual di Rawa Belong. Hingga kini, sekitar 3 ton dari total stok tersebut telah berhasil terjual.
“Sekarang sudah keluar sekitar 3 ton,” ujarnya.
Harga dan Jenis Bandeng
Harga bandeng yang ditawarkan bervariasi, tergantung pada ukuran dan jenisnya. Bandeng ukuran sedang, dengan berat rata-rata 1,2 hingga 1,3 kilogram, dijual seharga Rp 60 ribu per ekor. Sementara itu, bandeng ukuran jumbo dibanderol Rp 75 ribu per kilogram.
“Yang biasa kita jual ekoran, sekitar Rp 60 ribu satu ekor. Kalau yang jumbo per kilo Rp 75 ribu. Nego masih boleh, namanya juga pasar,” katanya.
Untuk menjaga keuntungan, Japri menjual campuran bandeng hasil tambak dan bandeng laut. Ia menjelaskan bahwa pasokan dari tambak lebih menguntungkan dibandingkan bandeng laut yang dinilai memiliki margin keuntungan lebih tipis.
“Campur, ada tambak, ada laut. Kalau laut semua, tipis untungnya. Jadi kita main tambak juga,” tutur Japri.
Permintaan Tinggi Jelang Imlek
Japri menambahkan bahwa permintaan bandeng menjelang Imlek selalu tinggi setiap tahunnya. Ia memprediksi dagangannya akan habis terjual sebelum perayaan Imlek tiba.
“Kalau buat Imlek, laku banget di sini. Biasanya sold out,” pungkasnya.






