Berita

IPK RI Anjlok ke 34, Eks Penyidik KPK Yudi Purnomo Desak “Bersih-bersih” Birokrasi

Advertisement

Penurunan skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada 2025 menjadi 34, setara dengan Nepal, memicu kekhawatiran serius. Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo, menilai anjloknya skor ini merupakan alarm bagi pemerintah dan penegak hukum untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh.

Peringatan Serius untuk Pemerintah

“Dengan turunnya IPK Indonesia tentu menjadi alarm bagi pemerintah dan penegak hukum untuk semakin serius melakukan upaya pemberantasan korupsi dengan melakukan bersih-bersih birokrasi Indonesia,” ujar Yudi kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).

Yudi Purnomo menilai penurunan skor IPK mencerminkan adanya masalah mendasar dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Hal ini terlihat dari maraknya operasi tangkap tangan (OTT) yang kini merambah berbagai sektor krusial, termasuk peradilan, perpajakan, hingga bea cukai.

“Sehingga ke depannya tentu penindakan yang terukur terhadap para pelaku korupsi, pencegahan korupsi para aparatur negara dan perbaikan sistem birokrasi tentu menjadi hal penting. Termasuk juga transparansi dalam prosedur layanan kepemerintahan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Ia menekankan bahwa penurunan tiga poin dalam IPK Indonesia merupakan angka yang cukup signifikan. Yudi mengingatkan bahwa Indonesia pernah berada di posisi yang lebih rendah di masa lalu.

Advertisement

“Intinya IPK yang dikeluarkan TII ini jangan dipandang sebelah mata, harus serius berbenah karena ini digunakan sebagai salah satu rujukan investor internasional dalam berinvestasi di suatu negara,” tegasnya.

Peringkat Turun, Skor Menurun

Sebelumnya, Transparency International Indonesia (TII) melaporkan bahwa skor IPK Indonesia pada 2025 berada di angka 34. Angka ini mengalami penurunan tiga poin dibandingkan tahun 2024.

“Skor CPI di Indonesia tahun ini ada di angka 34. Kemudian, peringkatnya dibandingkan 180 negara lainnya ada di 109,” kata Manajer Program TII, Ferdian Yazid, kepada wartawan, Selasa (10/2).

Ferdian Yazid menambahkan bahwa peringkat skor IPK Indonesia tahun 2025 telah keluar dari 100 besar. Padahal, pada tahun sebelumnya Indonesia masih menempati peringkat ke-99. Penurunan ini membuat skor IPK RI kini setara dengan Nepal.

Advertisement