Berita

Insentif Pajak Nataru Dongkrak Ekonomi Jakarta Tembus 5,71%, Kata Gubernur Pramono

Advertisement

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kegembiraannya atas pertumbuhan ekonomi ibu kota sepanjang tahun 2025, khususnya pada triwulan IV yang mencapai 5,71 persen. Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,11 persen year on year.

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Lampaui Nasional

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis data pada 5 Februari 2026, menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,21 persen year on year sepanjang 2025. “Hasil rilis BPS pada tanggal 5 Februari, yang kita ketahui bersama bahwa pertumbuhan ekonomi selama tahun 2025 year on year, Jakarta 5,21 persen, di atas rata-rata nasional yaitu 5,11 persen,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Insentif Pajak Picu Kenaikan Konsumsi

Pramono menjelaskan bahwa lonjakan pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh kebijakan pemerintah dalam meningkatkan konsumsi masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan berbagai insentif pajak serta dukungan bagi sektor perhotelan, pusat perbelanjaan, dan UMKM.

Kebijakan tersebut berhasil mencatatkan transaksi senilai Rp 15,25 triliun selama periode Natal dan Tahun Baru. “Sehingga angka ini secara signifikan kemudian mempengaruhi pertumbuhan di triwulan keempat sampai dengan 5,71 persen,” ungkap Pramono.

Advertisement

Strategi Serupa untuk Momentum Mendatang

Menyikapi keberhasilan tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana menerapkan strategi serupa untuk menyambut momentum besar lainnya, termasuk Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Hari Raya Idulfitri. “Saya juga sudah memutuskan di dalam menyambut Imlek, Gong Xi Fa Cai, dan juga Ramadan dan puasa maupun Idulfitri, maka Jakarta akan mengadakan berbagai kegiatan,” jelas Pramono.

Rencana kegiatan meliputi lomba diskon dan pemberian insentif pajak tambahan untuk menjaga daya beli masyarakat. “Kami memberikan insentif pajak dan lomba diskon dan sebagainya,” sambung dia.

Pramono meyakini bahwa inovasi dan pembiayaan kreatif yang didukung oleh kebijakan Pemprov DKI sangat penting untuk menumbuhkan ekonomi Jakarta. Tanpa strategi tersebut, pertumbuhan ekonomi ibu kota dikhawatirkan akan setara dengan rata-rata nasional. “Dengan angka yang barusan kita dapat, mudah-mudahan ini menjadi hal yang semakin positif bagi Jakarta,” harapnya.

Advertisement