Berita

InJourney Integrasikan Pariwisata Bali-Nusra, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Regional

Advertisement

Jumat, 30 Januari 2026, menjadi saksi kolaborasi strategis antara Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney dengan Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dikenal sebagai kawasan Bali-Nusra. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional di Golo Mori Convention Center (GMCC), Kabupaten Manggarai Barat, NTT, menandai komitmen bersama untuk memperkuat pengembangan pariwisata terintegrasi.

Sinergi Tingkatkan Layanan dan Pengelolaan Destinasi

InJourney bersama Pemprov Bali-Nusra bersinergi dalam meningkatkan layanan bandara dan pengelolaan kawasan pariwisata. Model layanan terintegrasi ini, yang mencakup akses bandara hingga pengelolaan kawasan, diapresiasi oleh para gubernur karena dinilai mampu memperkuat kemudahan perjalanan wisatawan, efektivitas penyelenggaraan event, serta daya saing destinasi.

Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney berkomitmen mengintegrasikan konektivitas dari hulu ke hilir. Melalui anak usahanya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), pengembangan destinasi dipastikan berjalan secara terintegrasi, berkualitas, dan berkelanjutan.

“Integrasi layanan ini tidak hanya memperkuat konektivitas antar destinasi, tetapi juga mendorong peningkatan trafik wisatawan di Bali, NTB, dan NTT. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam mendukung kerja sama Bali-Nusra serta menciptakan peningkatan trafik wisatawan dan dampak ekonomi sosial yang nyata bagi daerah,” tutur Direktur Utama InJourney Maya Watono, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).

ITDC Perkuat Ekosistem Pariwisata Terpadu

ITDC memainkan peran strategis dalam penyediaan dan pengelolaan infrastruktur Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE) berstandar internasional di Kawasan The Golo Mori. Plt Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar menegaskan bahwa kerja sama Bali-Nusra merupakan langkah strategis untuk membangun kawasan pariwisata yang saling terhubung dan berkelanjutan.

“Kolaborasi antar Pemerintah Provinsi Bali, NTB, dan NTT menjadi fondasi penguatan ekosistem pariwisata terintegrasi, peningkatan konektivitas destinasi, yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional,” kata Ahmad Fajar.

Advertisement

The Golo Mori sebagai Hub MICE Strategis

Pemilihan GMCC sebagai lokasi penandatanganan perjanjian didasari oleh daya dukung infrastruktur yang memadai untuk agenda berskala nasional maupun internasional. Kepercayaan ini mencerminkan kesiapan The Golo Mori sebagai ruang kolaborasi strategis lintas wilayah dan sektor.

Diresmikan pada 2023, GMCC dirancang sebagai ruang pertemuan strategis yang memadukan fasilitas MICE berstandar dunia dengan keindahan lanskap alam Indonesia Timur. General Manager The Golo Mori Aji Munarwiyanto menambahkan, kerja sama Bali-Nusra memiliki makna strategis yang lebih luas.

“Kami memandang Bali-Nusra bukan sekadar kolaborasi antarwilayah, melainkan sebagai satu kesatuan sosial dan ekonomi. GMCC di Kawasan The Golo Mori diharapkan menjadi bagian dari ekosistem kawasan yang inklusif, memperkuat konektivitas, serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” jelas Aji Munarwiyanto.

Kawasan The Golo Mori juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti Nuka Beach Club, heliport, dan rencana pengembangan amenitas lainnya. Penguatan fasilitas ini merupakan bagian dari strategi pengembangan kawasan terpadu untuk menunjang aktivitas MICE, pariwisata, dan agenda berskala nasional maupun internasional secara berkelanjutan.

Melalui momentum ini, InJourney dan ITDC memperkuat peran The Golo Mori sebagai hub MICE strategis di Indonesia Timur, menghubungkan bandara, destinasi, dan kawasan untuk mendorong kolaborasi regional, memperluas dampak ekonomi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta MICE dunia.

Advertisement