Berita

Indonesia Resmi Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Pertama Kali dalam Sejarah

Advertisement

Jenewa – Indonesia mencatat sejarah baru dalam diplomasi internasional dengan resmi mengemban mandat sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB untuk tahun 2026. Penunjukan ini bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya Dewan HAM PBB dan menandai pertama kalinya Indonesia memimpin forum global tersebut.

Penetapan Resmi di Jenewa

Penetapan Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026 dilakukan secara resmi pada Pertemuan Dewan HAM PBB tanggal 8 Januari 2026, di Jenewa. Momen ini bertepatan dengan pelaksanaan organizational meeting Dewan HAM PBB pertama di tahun 2026.

Indonesia terpilih melalui mekanisme pemilihan di tingkat kawasan Asia-Pacific Group (APG). Pemilihan ini merupakan hasil dari kerja diplomasi yang terkoordinasi dan berkelanjutan dari berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Pendekatan diplomatik aktif juga dilakukan dengan berbagai perwakilan negara sahabat di Jakarta.

Sidharto Reza Suryodipuro Pimpin Presidensi

Jabatan Presiden Dewan HAM PBB akan diemban oleh Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa. Sebelumnya, Sidharto telah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN dan Duta Besar RI untuk India dan Bhutan.

Komitmen Imparsial dan Transparan

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk menjalankan presidensi Dewan HAM PBB secara imparsial, objektif, dan transparan. Indonesia akan memimpin seluruh sidang dan proses Dewan HAM PBB sepanjang tahun 2026 dengan mengedepankan pembangunan kepercayaan, penguatan dialog lintas kawasan, serta keterlibatan konstruktif seluruh pemangku kepentingan.

Advertisement

Kepemimpinan Indonesia di bawah tema “A Presidency for All” bertujuan untuk memperkuat konsensus, meningkatkan efektivitas kerja Dewan, serta menjaga kredibilitas Dewan HAM PBB dalam sistem multilateral. Hal ini sejalan dengan programme of work tahunan Dewan HAM PBB serta isu-isu HAM yang menjadi perhatian bersama.

Rekam Jejak Indonesia di Dewan HAM PBB

Kepercayaan komunitas internasional ini didasarkan pada rekam jejak dan konsistensi peran Indonesia dalam pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia di tingkat internasional. Hingga kini, Indonesia telah enam kali menjadi anggota Dewan HAM PBB dan dua kali dipercaya sebagai Wakil Presiden Dewan HAM PBB, yaitu pada tahun 2009 (Duta Besar Dian Triansyah Djani) dan 2024 (Duta Besar Febrian A. Ruddyard).

Sebelumnya, Indonesia juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Hak Asasi Manusia PBB, lembaga pendahulu Dewan HAM PBB, pada tahun 2005 yang diwakili oleh Duta Besar Makarim Wibisono.

Advertisement