Berita

Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF, Gubernur Lemhannas: Langkah Konkret Perdamaian Gaza

Advertisement

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ace Hasan Syadzily, menyambut positif penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF). Menurutnya, peran ini merupakan langkah konkret dalam upaya perdamaian di Gaza.

Peran Strategis Indonesia di Board of Peace

Ace Hasan Syadzily menyatakan bahwa keterlibatan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF, yang dibentuk oleh Board of Peace, menunjukkan posisi strategis dan pentingnya kehadiran Indonesia dalam forum tersebut. “Pertama, saya kira keterlibatan Indonesia termasuk di dalamnya menjadi Wakil Komandan di International Stabilization Force yang dibentuk oleh Board of Peace itu menunjukkan bahwa kehadiran Indonesia sangat strategis dan penting dalam Board of Peace tersebut,” ujar Ace kepada wartawan, Senin (23/2/2026).

Ia menambahkan bahwa penunjukan ini mengindikasikan Indonesia dinilai sebagai negara yang sangat penting oleh negara-negara anggota Board of Peace dalam konteks menciptakan stabilitas di tengah konflik Palestina dan Israel. “Dan itu menunjukkan bahwa Indonesia dinilai di Board of Peace tersebut merupakan negara yang sangat penting yang memegang kendali di dalam konteks bagaimana menciptakan stabilitas di konflik antara Palestina dengan Israel,” imbuhnya.

Perjuangan Perdamaian yang Konkret

Posisi sebagai Wakil Komandan ISF juga dinilai memberikan ruang strategis bagi Indonesia untuk memperjuangkan perdamaian di Palestina. Ace menekankan bahwa ini adalah aksi nyata pemerintah dalam mendukung perjuangan Palestina. “Jadi karena itu, posisi ini menunjukkan bahwa Indonesia menunjukkan langkah-langkah konkret bukan sekadar omong-omong, bukan sekadar omon-omon, bahwa upaya untuk mencapai perdamaian dan mendorong bagi Palestina merdeka itu dilakukan dengan tindakan yang konkret melalui mekanisme yang disebut dengan Board of Peace tersebut dan itu dilakukan dengan pengiriman pasukan perdamaian,” tutur Ace.

Advertisement

Rencana Pengiriman Pasukan Perdamaian

Lebih lanjut, Ace Hasan Syadzily menyambut baik rencana pengiriman 8.000 personel pasukan perdamaian Indonesia ke wilayah Rafah. Pengiriman pasukan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam stabilisasi keamanan di Rafah. “Salah satunya adalah dengan nanti direncanakan 8.000 pasukan akan terlibat di dalam proses upaya perdamaian di negara di Rafah ya terutama untuk menciptakan stabilisasi keamanan di Rafah,” jelas Ace.

Konfirmasi dari Pertemuan di Washington DC

Sebelumnya, dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu (19/2) waktu setempat, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers telah menawarkan posisi wakil komandan kepada Indonesia, yang kemudian diterima. Presiden Prabowo Subianto turut mengonfirmasi tawaran tersebut dan menyatakan komitmen Indonesia untuk menurunkan personel terbaiknya guna mendukung proses perdamaian berkelanjutan di Gaza. “Mereka minta kita jadi deputy commander,” ujar Presiden Prabowo, dilansir Antara, Rabu (19/2).

Advertisement