Berita

Imlek dan Ramadan Berdampingan, Wali Kota Semarang Ajak Perkuat Toleransi Lintas Agama

Advertisement

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat toleransi antarumat beragama seiring dengan berdekatan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dan bulan suci Ramadan. Ia menilai momen ini sangat istimewa dan tidak biasa.

Momentum Langka Perkuat Toleransi

Agustina Wilujeng mengungkapkan bahwa berdekatan perayaan Imlek dan Ramadan menciptakan suasana khas tradisi besar masyarakat Tionghoa dan Muslim yang hadir hampir bersamaan dalam satu ruang kota. “Ini tidak biasa, sehingga kita harus menjadi lebih dalam bertoleransi. Hari ini kita dikumpulkan ramah-tamah, dan bisa bertemu dengan seluruh lintas agama, lintas suku, lintas komunitas. Untuk membangun persepsi yang selaras untuk Semarang Damai,” ungkap Agustina dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).

Ia menambahkan bahwa perayaan Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa akan dikemas sedemikian rupa agar menjadi momen penguatan toleransi di Kota Semarang. “Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa ini akan dikemas sedemikian rupa supaya menjadi sebuah momen di mana toleransi di Kota Semarang ini menguatkan seluruh pihak,” katanya.

Masyarakat, menurut Agustina, akan menyaksikan simbol-simbol budaya yang hadir dan berdampingan dalam rangkaian tradisi yang digelar di kota tersebut. “Nanti akan kita lihat ada simbol-simbol Imlek bertemu dengan simbol-simbol Ramadhan,” ungkapnya.

Tradisi Khas Semarang Sambut Imlek dan Ramadan

Kota Semarang memiliki sejumlah tradisi besar yang selalu dinantikan warganya. Dalam perayaan Imlek, kawasan Sam Poo Kong menjadi pusat kegiatan budaya melalui agenda Imlek Vaganza yang dijadwalkan berlangsung pada 14-17 Februari 2026.

Advertisement

Sementara itu, menjelang Ramadan, Kota Semarang juga menggelar tradisi khas Dugderan. Tradisi ini berupa karnaval budaya yang ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wali Kota serta pembacaan suhuf halaqoh sebagai simbol datangnya bulan suci. Karnaval Dugderan tahun ini akan digelar pada Senin, 16 Februari 2026.

Rangkaian tradisi yang hadir berurutan tersebut diharapkan menjadi momen kebahagiaan bersama bagi masyarakat maupun siapa pun yang berada di Kota Semarang. “Habis Imlek Vaganza di Sam Poo Kong, terus ada Dugderan karnaval. Wah seru tuh, siapapun yang hadir di Kota Semarang pada momen itu pasti akan merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada sebelum-sebelumnya,” tuturnya.

Harapan untuk Semarang yang Harmonis

Melalui momentum berdekatan antara Imlek dan Ramadan ini, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat harmoni, toleransi, dan persaudaraan antarwarga semakin kuat. Hal tersebut diharapkan dapat semakin meneguhkan Semarang sebagai kota yang damai, inklusif, dan penuh kebersamaan.

Khusus untuk perayaan Imlek yang tahun ini memasuki Tahun Kuda Api, Agustina menyampaikan harapan agar seluruh warga Kota Semarang diberikan kesehatan, rezeki, dan kehidupan yang lebih baik. “Tahun kuda katanya mudah-mudahan membawa rezeki yang lebih banyak, kesejahteraan dan kemakmuran yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Semarang,” pungkasnya.

Advertisement