Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW), menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai fungsi legislasi bagi mahasiswa sebagai bekal untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pernyataan ini disampaikan saat menerima delegasi Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (4/2/2026).
Dukungan untuk Sekolah Legislatif Nasional
HNW menyatakan dukungannya terhadap rencana DPM UMJ untuk menggelar Sekolah Legislatif Nasional dan Forum Musyawarah Nasional DPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Ia mengapresiasi fokus DPM UMJ pada isu legislasi dan menilai pembiasaan sejak dini sangat krusial untuk melahirkan legislator yang berkualitas.
“Kita semua sepakat bahwa Indonesia adalah negara demokrasi. Sebagai sebuah negara demokrasi, salah satu pilar adalah legislatif, legislasi, dan legislator, yang harus bisa berjalan dan dipraktekkan dengan baik. Karena itu untuk menjadi legislator yang benar dan berkualitas di Parlemen, tidak bisa ujug-ujug, tetapi perlu persiapan dan pembiasaan yang baik. Dan untuk itu, keaktifan di organisasi pemuda dan mahasiswa adalah salah satu pintu yang sangat dipentingkan,” ujar HNW dalam keterangan tertulisnya.
Fungsi Legislator: Lebih dari Sekadar Pengawasan
Menurut HNW, fungsi legislator tidak terbatas pada pengawasan, legislasi, dan penganggaran. Ia menyoroti pentingnya fungsi advokasi yang sering terlupakan, padahal melekat dalam sumpah anggota DPR untuk memperjuangkan kepentingan konstituen.
“Seorang anggota legislatif juga disebut sebagai wakil rakyat, sehingga sudah sangat sewajarnya bila anggota legislatif memperjuangkan kepentingan rakyat yang diwakilinya terkait dengan aturan/regulasi, anggaran, dan pengawasan anggota DPR agar ‘nyambung’ dengan apa yang menjadi aspirasi rakyat. Maka anggota DPM tidak hanya mengawasi kebijakan, budgeting, dan eksekutif di kampus, tetapi juga harus berkorelasi dengan kepentingan atau apa yang diinginkan mahasiswa sebagai konstituen. Dan agar itu semuanya dijadikan sebagai sarana pembelajaran dan persiapan diri bila nantinya akan menjadi anggota DPR, wakil rakyat yang benar dan sebenarnya,” jelasnya.
Contoh Keberhasilan Legislator dalam Merespons Aspirasi Rakyat
HNW mencontohkan peran penting legislator dalam menghasilkan kebijakan yang berdampak luas. Ia mengutip keberhasilan MPR pada era reformasi yang mengamandemen UUD 1945 Pasal 7 terkait pembatasan masa jabatan presiden. Amandemen ini merupakan respons langsung terhadap aspirasi mahasiswa dan masyarakat yang sebelumnya memungkinkan presiden menjabat seumur hidup atau terpilih berkali-kali.
“Itulah bukti legislator mendengarkan suara rakyat dan bisa menghadirkan kemaslahatan sesuai aspirasi rakyat,” tegas HNW.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa MPR juga memasukkan tujuan pendidikan nasional dalam amandemen UUD 1945 pada Pasal 31 ayat 3 dan 5, yang kini menekankan aspek iman, takwa, dan akhlak mulia dalam sistem pendidikan nasional.
“Artinya, legislator bisa mempunyai peran penting merealisasikan aspirasi rakyat dan memberi arah masa depan pendidikan Indonesia. Di DPR pun banyak yang bisa dan sudah dilakukan legislator dalam rangka mewujudkan aspirasi rakyat,” tambah HNW.
Mahasiswa sebagai Penentu Wajah Indonesia Emas 2045
HNW mengingatkan bahwa sejarah perumusan UUD 1945 melibatkan tokoh-tokoh muda berlatar belakang aktivis mahasiswa seperti Moh. Hatta, Kahar Muzakir, dan Moh. Yamin. Ia meyakini peran mahasiswa saat ini akan sangat menentukan wajah Indonesia Emas 2045.
“Sejarah adalah pengulangan. Sebagaimana satu abad yang lalu, maka Indonesia Emas tahun 2045 juga ditentukan oleh peran mahasiswa pada era 2025 an ini. Merekalah yang akan memanen pada tahun 2045. Maka kemampuan mahasiswa untuk berorganisasi serta hadirkan keahlian dan fungsi legislasi, budgeting, dan pengawasan serta memperjuangkan amanat dan aspirasi Rakyat, sangat diperlukan pembiasaannya sejak mereka aktif sebagai mahasiswa,” tuturnya.
Ia menambahkan, di era keterbukaan saat ini, mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah dan Aisyiyah memiliki kesempatan besar untuk berkontribusi. Dengan semboyan ‘fastabiqul khairat’, para mahasiswa diharapkan siap menghadirkan Gen Z berkemajuan yang beradab melalui demokrasi berkualitas demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Undangan untuk Sekolah Legislatif Nasional
Ketua DPM UMJ, Dzul Fikran, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengundang HNW untuk menjadi narasumber dalam Sekolah Legislatif Nasional. Kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi dan pandangan luas kepada mahasiswa dari seluruh kampus Muhammadiyah dan Aisyiyah di Indonesia mengenai pentingnya menjadi legislator muda.
“Kami kembali akan menyelenggarakan Sekolah Legislatif Nasional, yang bertujuan untuk memberi motivasi dan pandangan luas kepada keluarga besar mahasiswa Indonesia di Universitas-Universitas Muhammadiyah dan Aisyiyah, apa pentingnya dan bagaimana agar bisa menjadi seorang legislator muda dalam mengawal eksekutif, dimulai dari kampus menuju Indonesia. Selain itu, Sekolah Legislatif Nasional ini juga akan mengajarkan tentang cara dan mekanisme pembuatan UU,” pungkas Dzul Fikran.





