Berita

HNW Mendesak OKI Solid Dukung Kedaulatan Palestina, Tolak Ekspansi Israel

Advertisement

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyuarakan dukungan penuh terhadap Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan negara-negara anggotanya yang mengecam keras pernyataan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee. Pernyataan Huckabee yang mendukung perluasan wilayah Israel hingga ke batas Sungai Nil dan Eufrat dinilai HNW sangat berbahaya dan provokatif.

Dukungan OKI Terhadap Palestina

Menurut HNW, dukungan Dubes AS tersebut tidak hanya menguasai Palestina, tetapi juga berpotensi meluas ke negara-negara Timur Tengah lainnya. Ia merujuk pada pernyataan pejabat Israel yang mengindikasikan ekspansionisme mencakup sebagian Mesir, Arab Saudi, Irak, Suriah, Yordania, hingga Lebanon.

HNW mendukung sikap OKI yang menganggap pernyataan Dubes AS tersebut melanggar hukum internasional, konvensi PBB, dan melegitimasi pendudukan ilegal. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab OKI untuk memperkuat solidaritas demi menyelamatkan kedaulatan negara anggota, khususnya Palestina, dari penjajahan Israel.

“Ini juga momentum bagi OKI karena sikap tegasnya itu juga menjadi sikap dari Liga Arab, Liga Muslim se-Dunia, GCC (organisasi Kerja Sama negara-negara Teluk) dan sikap bersama dari 11 Menteri Luar Negeri anggota OKI, seperti Arab Saudi, Mesir, Turki, Yordania, Qatar, UEA, Palestina, Indonesia, Pakistan, Oman, Kuwait, dan Bahrain. Sebagian besar para Menlu itu bahkan berasal dari negara yang menjadi anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP),” kata HNW dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Ujian Keseriusan Misi Perdamaian AS

HNW menilai pernyataan Dubes AS tersebut bertentangan dengan upaya perdamaian yang dipromosikan Presiden AS Donald Trump melalui Board of Peace (BoP). Hal ini menjadi ujian atas keseriusan AS dalam mewujudkan perdamaian atau sekadar kedok untuk menyelamatkan Israel dan melegitimasi ekspansionismenya.

“Sehingga sudah seharusnya bila negara-negara OKI yang menjadi anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk selain menolak secara terbuka pernyataan Dubes AS untuk Israel juga menuntut Trump untuk memberikan klarifikasi terbuka bila memang serius hadirkan perdamaian atau peace di kawasan agar segera mengoreksi pernyataan Dubesnya itu,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika tidak ada koreksi dari Trump, maka hal itu dapat diartikan bahwa Trump pun sependapat dengan Dubesnya, yang berpotensi menggagalkan misi BoP. HNW juga menyoroti adanya tokoh-tokoh di dalam negeri AS yang meminta agar Dubes Huckabee ditarik karena pernyataannya yang berbahaya bagi perdamaian.

Advertisement

Klaim Israel Raya dan Solidaritas Internasional

HNW memperingatkan bahwa jika pernyataan ekstrem ini dibiarkan, kondisi Timur Tengah akan semakin memanas. Ia mengaitkan hal ini dengan agenda klaim Israel Raya yang telah lama dikritisi oleh kelompok perlawanan di Gaza/Palestina.

“Oleh karenanya, penjajahan Israel di Palestina termasuk atas Gaza, Tepi Barat, apalagi memperluasnya hingga ke kawasan antara sungai Nil dan Eufrat sebagaimana disebut oleh Dubes AS harus dihentikan dengan solidaritas yang kuat antara OKI, Liga Arab dan GCC termasuk oleh negara-negara anggota dari tiga organisasi internasional itu yang juga menjadi anggota BoP,” ujarnya.

HNW menekankan perlunya pembahasan serius di BoP mengenai rencana perluasan kawasan pendudukan Israel. Ia juga menyoroti pertentangan antara pernyataan Dubes AS di Tel Aviv dengan KTT BoP di Washington yang mengusung penghentian perang dan perdamaian.

Opsi Indonesia Keluar dari BoP

HNW menegaskan bahwa pembelaan terhadap eksistensi negara Palestina Merdeka, yang diakui 153 negara anggota PBB, harus menjadi pegangan bersama. Ia menyatakan bahwa jika pernyataan Dubes AS yang melanggengkan perang dan memperluas penjajahan Israel tidak dikoreksi oleh Presiden Trump, maka opsi Indonesia untuk menarik diri dari keanggotaan BoP perlu dipertimbangkan.

“Karena pernyataan itu jelas bertentangan dengan ketentuan UUD NRI 1945 yang menjadi rujukan di Indonesia, yakni menghapus segala bentuk penjajahan, dan tidak sesuai dengan sikap resmi Indonesia yang berulang kali dinyatakan Presiden Prabowo maupun Menlu Sugiono yang tetap membela Palestina dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina sekalipun dalam skema two state solution. Suatu hal yg tidak akan terwujud bila wacana Israel raya yang didukung oleh Dubes AS itu tidak dikoreksi dan dibiarkan menjadi agenda ekspansionisme/kolonialisme Israel,” tutupnya.

Advertisement