Berita

Hari Membaca Nyaring Sedunia 2026: Sejarah, Manfaat, dan Perayaan di Indonesia

Advertisement

JAKARTA, 02 Februari 2026 – Bulan ini, dunia kembali memperingati Hari Membaca Nyaring Sedunia atau World Read Aloud Day. Peringatan global yang jatuh pada hari Rabu pertama di bulan Februari ini bertujuan untuk mempromosikan literasi dan kekuatan cerita.

Asal-usul Hari Membaca Nyaring Sedunia

Hari Membaca Nyaring Sedunia pertama kali diluncurkan pada tahun 2010 oleh LitWorld, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada pendidikan dan literasi. Misi LitWorld adalah “Memperkuat anak-anak dan komunitas melalui kekuatan cerita.” Perayaan ini didedikasikan untuk seni dan praktik membaca nyaring, yang diyakini dapat menghidupkan kembali tradisi membaca dan mempromosikan beragam suara serta narasi di seluruh dunia.

Membaca dengan lantang terbukti memiliki banyak manfaat, terutama bagi anak-anak. Aktivitas ini dapat meningkatkan kemampuan mengeja karena pendengar mendengar pengucapan kata yang tepat. Selain itu, membaca nyaring juga mempererat ikatan sosial dan menumbuhkan empati, memungkinkan pendengar untuk terhubung dengan karakter dalam cerita.

Tanggal Peringatan 2026

Setiap tahun, Hari Membaca Nyaring Sedunia dirayakan pada hari Rabu pertama di bulan Februari. Pada tahun 2026 ini, peringatan tersebut jatuh pada hari Rabu, 4 Februari 2026.

Perayaan di Indonesia

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) melalui tim Layanan Anak Pusat Jasa Informasi dan Pengelolaan Naskah Nusantara, bekerja sama dengan Komunitas Membaca Nyaring, Reading Bugs, tengah mempersiapkan peringatan Hari Baca Nyaring Sedunia ke-16. Konsep peringatan tahun ini dirancang agar lebih ramah anak.

Advertisement

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penguatan budaya baca dan kecakapan literasi, khususnya bagi anak-anak.

“Kegiatan ini akan berlangsung di layanan anak lantai tujuh gedung layanan perpustakaan Perpusnas dan dirancang ramah anak, tanpa rangkaian sambutan pejabat yang formal, agar peserta tidak merasa jenuh. Seluruh konsep acara diarahkan untuk menghadirkan suasana santai, hangat, dan menyenangkan,” ujar Suharyanto.

Suharyanto berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum peringatan Hari Baca Nyaring Sedunia, tetapi juga mampu menumbuhkan kegemaran membaca sejak dini melalui pengalaman yang menyenangkan.

Advertisement