Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan dukungannya agar Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Gus Yahya menilai langkah ini merupakan kesempatan untuk membantu Palestina.
“Karena ini baru muncul satu-satunya saat ini, sementara alternatif yang lain belum ada, maka kita, berdasarkan visi dari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tidak boleh tinggal diam, tidak boleh tidak ikut serta di dalam inisiatif itu. Tentu saja untuk kepentingan membantu bangsa Palestina, bukan untuk yang lain,” ujar Gus Yahya di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Gus Yahya menjelaskan bahwa PBNU tidak selalu menggelar rapat untuk setiap isu terkini. Ia menekankan bahwa hingga saat ini belum ada alternatif lain yang konkret berupa upaya internasional untuk membantu Palestina selain Dewan Perdamaian tersebut.
“Pandangan yang kemarin saya sampaikan mengenai Board of Peace, itu Board of Peace maksud saya, itu terkait dengan nilai-nilai bahwa kita harus terus membantu Palestina,” kata Gus Yahya.
Ia menambahkan, “Sebagian orang mungkin tidak setuju dengan Board of Peace itu mengenai sejumlah elemen-elemen atau dimensinya, tetapi persoalannya adalah bahwa saat ini belum ada alternatif platform untuk mengupayakan, untuk membangun suatu upaya internasional dengan konsolidasi internasional untuk perdamaian Palestina.”
Pemerintah Indonesia Tegaskan Dukungan Kemerdekaan Palestina
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menandatangani Board of Peace Charter di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026). Penandatanganan ini menandai dimulainya operasional Board of Peace sebagai badan internasional baru yang dibentuk untuk mengawal proses transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam keterangannya melalui akun Instagramnya, Jumat (23/1/2026), menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam Board of Peace merupakan wujud langkah strategis konstruktif dan konkret dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta menyelesaikan konflik di Gaza.
“Partisipasi Indonesia seperti kita ketahui bersama di Board of Peace ini, merupakan wujud dari langkah strategis konstruktif dan juga konkret dalam rangka mendukung kemerdekaan Palestina dan juga dalam waktu yang dekat ini menyelesaikan konflik yang terjadi di Gaza,” ujar Sugiono.
Sugiono menambahkan, bergabungnya Indonesia dengan Dewan Perdamaian juga menjadi bentuk pengakuan dunia terhadap diplomasi Indonesia yang selama ini aktif dalam isu perdamaian dunia, khususnya kondisi di Palestina.
“Board of Peace sendiri berfungsi untuk mengawasi administrasi kemudian stabilisasi keamanan dan juga rekonstruksi serta rehabilitasi Gaza dan ini akan dilakukan secara bertahap. Di samping itu juga, Board of Peace adalah satu badan yang mengawasi semacam pemerintahan transisi di Palestina yang terdiri dari unsur-unsur teknokrat yang akan melakukan fungsi-fungsi administrasi di Gaza,” jelas Sugiono.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam kurun dekat, perbatasan Rafah akan segera dibuka untuk jalur bantuan kemanusiaan. Ke depan, akan dibentuk International Stabilization Force untuk mencapai perdamaian di Gaza.






