Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan pesan tegas kepada Walikota Palembang, Ratu Dewa, dan Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi. Ia meminta keduanya untuk mengawal ketat proses seleksi siswa di program Sekolah Rakyat. Program ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan, sehingga penerimaan siswa harus dipastikan tepat sasaran, yakni berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Kekhawatiran Gus Ipul Terhadap Potensi Penyelewengan
“Ini saya titipkan betul pada Pak Wali dan Pak Bupati, jangan main-main. Jangan ada orang kaya masuk. Tidak ada yang boleh nitip,” tegas Gus Ipul dalam keterangannya pada Kamis (15/1/2026). Pesan ini disampaikan mengingat tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat, yang menawarkan fasilitas lengkap mulai dari asrama, seragam, hingga perlengkapan sekolah dan mandi, serta didukung oleh guru-guru yang kompeten. Kualitas inilah yang dikhawatirkan Gus Ipul dapat memicu upaya penyelewengan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Proses Seleksi yang Ketat dan Berbasis Data
Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran peserta didik secara umum. Siswa yang diterima adalah mereka yang teridentifikasi dalam desil 1-2 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKSEN) dan telah melalui proses asesmen oleh berbagai pihak, termasuk pendamping, pemerintah daerah, dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Pengembangan Potensi dan Keterampilan Hidup Siswa
Di Sekolah Rakyat, para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga non-akademik secara seimbang. Gus Ipul menekankan pentingnya pengembangan potensi setiap siswa melalui pemetaan bakat atau talent mapping. “Kami yakin setiap anak punya kelebihan sendiri. Setiap anak memiliki peran sendiri. Karena itulah kita lakukan talent mapping agar kita bisa mengembangkan potensi mereka secara maksimal,” ujar Gus Ipul.
Lebih lanjut, program ini juga fokus pada pengembangan life skill atau kecakapan hidup. Gus Ipul berharap lulusan Sekolah Rakyat dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengangkat derajat keluarganya. “Lulus Sekolah Rakyat, anak-anak ini tidak boleh diam. Mereka kita arahkan untuk melanjutkan kuliah atau bekerja agar bisa menjadi agen perubahan,” pungkasnya.






