Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan mengalami erupsi pada Rabu, 14 Januari 2026, sekitar pukul 09.36 WIB. Pos Gunung Api (PGA) mencatat ketinggian kolom abu vulkanik mencapai 1.600 meter di atas puncak gunung.
Detail Erupsi dan Rekomendasi
Petugas PGA, Ahmad Rifandi, menyatakan bahwa erupsi tersebut mengeluarkan abu vulkanik dengan kolom setinggi sekitar 1.600 meter. “Telah terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 09.36 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.600 meter di atas puncak gunung,” ujar Ahmad Rifandi, mengutip laporan dari Antara.
Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan cenderung bergerak ke arah timur laut. Peristiwa erupsi ini terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 28,6 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 31 detik. “Erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat,” tambah Ahmad Rifandi.
Saat ini, Gunung Marapi masih berada dalam status Waspada atau Level II. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting untuk keselamatan publik.
Larangan dan Imbauan
- Masyarakat, wisatawan, dan pengunjung dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung, yaitu Kawah Verbeek.
- PVMBG mengingatkan potensi ancaman lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi, khususnya saat musim hujan.
- Apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker guna melindungi saluran pernapasan.
PGA dan PVMBG terus mengingatkan bahwa tumpukan material akibat letusan gunung api berpotensi menyebabkan aliran air dan banjir lahar dingin sewaktu-waktu. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat sekitar.






