Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait berbagai persoalan yang disoroti dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. Arahan tersebut mencakup penanganan sampah, penertiban baliho, hingga estetika atap bangunan.
Fokus pada Penanganan Sampah Terintegrasi
Dedi Mulyadi mengakui bahwa masalah sampah menjadi perhatian serius, terutama mengingat populasi Jawa Barat yang mencapai 54 juta jiwa. “Seluruh program berjalan dengan baik. Hari ini yang sangat kita mendapat concern sambutan luar biasa adalah menyelesaikan masalah sampah itu harus terintegrasi karena Jawa Barat penduduknya 54 juta, sampah jadi problem,” ujar Dedi Mulyadi di sela Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, yang ditayangkan di YouTube Kemendagri, Selasa (2/2/2026).
Penertiban Baliho dan Penataan Keindahan
Selain sampah, Dedi juga siap menindaklanjuti arahan Prabowo untuk menertibkan spanduk dan baliho berukuran besar di sepanjang jalan. Hal ini sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Prabowo. “Yang berikutnya yang saya sangat mendapat support adalah persoalan penataan keindahan, karena saya sangat konsen selama ini untuk membereskan spanduk, baliho, ruang terbuka hijau,” tuturnya.
Proyek Gentengisasi untuk Estetika Bangunan
Arahan lain yang mendapat dukungan penuh dari Dedi adalah mengenai estetika atap bangunan. Ia mengaku sejalan dengan Prabowo yang menginginkan atap rumah menggunakan material yang lebih indah seperti genteng, ijuk, atau sirap, dan tidak lagi menggunakan seng. “Yang terakhir adalah, ini yang menjadi concern saya selama ini saya jalankan adalah atap bangunan harus indah, ada yang menggunakan genteng, ada ijuk, ada sirap, semuanya harus indah, tidak boleh menggunakan bahan seng,” jelas Dedi.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengenalkan proyek ‘gentengisasi’ sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI. Ia menekankan bahwa penggunaan seng sebagai atap rumah tidak hanya panas dan berkarat, tetapi juga mengurangi keindahan visual perkotaan dan pedesaan. “Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi ini nanti gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia. Alat-alat genteng itu, alat pabrik genteng itu tidak mahal. Jadi nanti Koperasi-Koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat,” papar Prabowo.
Prabowo mengajak para kepala daerah untuk berpartisipasi aktif dalam mempercantik wilayah masing-masing melalui proyek gentengisasi ini. “Ini serius ya. Bupati, wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah. Yang mau ayo bersama kita bikin kotamu indah, bikin kecamatanmu indah, bikin desamu indah. Bagaimana?” ajaknya.
(Video terkait: Prabowo Kucurkan USD 3,5 M Buat Pengolahan Sampah)






