Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Resmikan Pasar Kombongan, Pedagang Keluhkan Akses Sulit

Advertisement

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Pasar Kombongan yang berlokasi di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/1/2026). Dalam kunjungannya, Pramono membuka ruang dialog langsung dengan para pedagang untuk mendengar aspirasi dan keluhan mereka, demi mewujudkan pasar yang diminati pembeli.

Keluhan Pedagang Soal Akses Pasar

Pasar Kombongan diketahui sempat terbengkalai selama hampir lima tahun sebelum akhirnya diresmikan kembali. Pramono Anung menyatakan keinginannya untuk mengetahui secara detail apa saja yang perlu diperbaiki agar pasar ini dapat menarik lebih banyak pengunjung. “Karena saya diminta membuka Pasar Kombongan yang dulu mangkrak lama sekali, hampir lima tahun, saya ingin tanya langsung ke pedagang, apa yang harus diperbaiki supaya pembeli makin banyak datang,” ujar Pramono di hadapan para pedagang.

Salah seorang pedagang, Nimad Tardi, menyampaikan keluhan utama yang dirasakan oleh sekitar 90 persen pedagang, yaitu mengenai akses menuju pasar yang dinilai tertutup dari permukiman sekitar. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini berdampak signifikan pada sepinya pembeli. “Kendalanya cuma satu, Pak, akses. Akses pemukiman tertutup. Dari situlah keluhan pedagang dan konsumen, terutama yang sudah usia,” tutur Nimad.

Keluhan senada juga diungkapkan oleh pedagang lain, Sarwono. Ia mengenang masa lalu ketika pasar tersebut ramai karena menjadi jalur pintas kendaraan. Namun, pasca pembangunan rel kereta api dan penutupan jalan, aktivitas pasar mengalami penurunan drastis. “Paling tidak kendaraan roda dua bisa lewat, Pak. Supaya pasar bisa kembali ramai seperti dulu,” harap Sarwono.

Advertisement

Instruksi Cepat dan Penekanan Digitalisasi

Menanggapi keluhan para pedagang, Pramono Anung segera menginstruksikan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencari solusi tercepat. Ia secara spesifik meminta agar akses bagi kendaraan roda dua dapat dibuka tanpa mengganggu jalur kereta api yang ada. “Saya minta ini segera diatasi. Minimum transportasi motor bisa lewat. Kalau memang perlu, saya sendiri yang akan turun tangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pramono menekankan pentingnya menjaga kebersihan serta mengadopsi sistem digitalisasi di Pasar Kombongan. Ia mengapresiasi bahwa seluruh transaksi di pasar tersebut sudah menggunakan QRIS, sebuah langkah yang dinilainya dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung. “Dengan digitalisasi, copet berkurang, preman tidak bisa malak karena tidak ada uang tunai, dan pembeli jadi lebih aman dan nyaman,” ungkap Pramono.

Gubernur DKI Jakarta ini juga menyatakan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menghidupkan kembali pasar-pasar tradisional di ibu kota yang sempat mengalami masa sulit atau mangkrak. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan denyut perekonomian lokal.

Advertisement