Berita

Gubernur DKI Atasi Antrean Planetarium: Tiket Dijual 50% Online, 50% Offline

Advertisement

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah strategis untuk mengatasi lonjakan pengunjung dan keluhan masyarakat yang tidak mendapatkan tiket Planetarium Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM). Keputusan diambil untuk menyeimbangkan akses antara penjualan daring (online) dan luring (offline).

Penjualan Tiket Daring dan Luring

Menanggapi banyaknya warga yang kecewa karena kehabisan tiket, Pramono Anung menyatakan, “Jadi kemarin saya sudah ketemu dengan pengurus Planetarium. Jadi untuk hal yang berkaitan dengan Planetarium, kebetulan dari sana dan memang keluhannya baru dibuka itu sampai dengan tanggal 31 sudah full booked. Padahal banyak sekali warga yang ingin menggunakan untuk liburan.”

Untuk memastikan lebih banyak masyarakat dapat menikmati fasilitas edukatif ini, Gubernur memutuskan, “Saya sudah memutuskan yang 50% itu melalui online 50% secara langsung ticketing di lokasi.” Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih merata bagi pengunjung.

Antusiasme Pengunjung dari Berbagai Daerah

Pramono Anung juga menyoroti tingginya minat pengunjung Planetarium yang ternyata banyak berasal dari luar Jakarta. “Karena kasihan banyak yang sudah datang dari mana-mana, terutama dari daerah. Yang mengejutkan dari Depok, Bekasi, Tangerang. Kemarin banyak sekali yang hadir mereka minta untuk tiketnya semuanya tidak melalui online. Jadi kemarin saya sudah putuskan 50% secara langsung, 50% dengan online,” ujarnya. Hal ini menunjukkan daya tarik Planetarium yang melampaui batas administrasi DKI Jakarta.

Advertisement

Situasi di Lokasi Planetarium

Sebelumnya, Planetarium yang baru dibuka memang diserbu oleh pengunjung, menyebabkan sebagian warga tidak mendapatkan tiket. Pantauan di lokasi pada Minggu (28/12/2025) pukul 13.10 WIB, menunjukkan antrean panjang warga yang telah mendaftar secara offline sejak pagi. Petugas memanggil nama-nama yang terdaftar untuk dapat masuk.

Banyak pula masyarakat yang mencoba memesan tiket secara offline namun sudah kehabisan kuota. Beberapa warga yang tidak mendapatkan tiket terpaksa duduk menunggu di depan lokasi, sementara yang lain menanyakan ketersediaan tiket langsung kepada petugas.

“Untuk yang offline kita sudah habis kuotanya, mohon maaf,” ujar seorang petugas melalui pengeras suara. Amin (50), warga Bojong Gede, Bogor, menjadi salah satu yang tidak kebagian tiket. Ia mengaku datang ke Planetarium dengan harapan bisa mendaftar offline, namun kuota sudah habis. “Nggak (kebagian tiket) ini. Iya, tapi pas saya datang sudah habis. Katanya lanjut lagi hari Selasa, ya sudah saya balik (pulang) lagi,” tuturnya.

Advertisement