Berita

Gubernur Anung Berduka Atas Warga Meninggal di Tengah Kemacetan Banjir Grogol

Advertisement

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang warga yang diduga terjebak dalam kemacetan parah akibat banjir di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Ia telah menginstruksikan jajarannya untuk menelusuri lebih lanjut kejadian tragis tersebut.

“Yang pertama, yang meninggal, innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Terus terang saya berduka untuk itu,” ujar Pramono saat meninjau Kali Cakung Lama di Semper Timur, Jakarta Utara, pada Jumat (23/1/2026). Meskipun belum bertemu langsung dengan keluarga korban, Pramono memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mendalami kronologi kejadian.

“Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk mendata dan mencari tahu bagaimana proses meninggalnya,” tegasnya. “Dari informasi yang saya peroleh, meninggalnya ketika terjadi kemacetan. Kemacetan itu juga sebagian karena terjadi banjir.”

Pramono menekankan pentingnya penanganan terpadu dalam menghadapi cuaca ekstrem. Ia telah menginstruksikan seluruh dinas terkait, termasuk Dinas Perhubungan, Bina Marga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pendidikan, dan Kominfo, untuk segera bergerak. “Semua harus bergerak sekarang. Urusan kemacetan ini menjadi perhatian serius,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI Jakarta mengizinkan penerapan Work From Home (WFH) bagi pekerja dan School From Home (SFH) bagi siswa. Kebijakan ini bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas di tengah banjir dan curah hujan tinggi. “Kebijakan ini diambil supaya tidak terjadi kemacetan parah yang berpotensi menimbulkan dampak lebih besar,” ucap Pramono.

Advertisement

Penjelasan Polisi Soal Sopir Meninggal

Sebelumnya, seorang pengemudi mobil berinisial AR (51) ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya yang terhenti di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat. Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alex Tengbunan, menyatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian korban.

Alex menduga korban meninggal karena sakit, bukan semata-mata karena terjebak macet. “Kejadian di jalan ya. Kalau penyebab meninggalnya karena terjebak macet, mungkin kita belum bisa pastikan seperti itu. Karena kan harus dipastikan dia meninggalnya kenapa, sakit atau karena hal lain,” jelas Alex saat dihubungi wartawan pada Kamis (22/1).

Menurut Alex, korban pertama kali ditemukan oleh warga pemilik bengkel sekitar pukul 13.00 WIB. Saksi melihat mobil korban berhenti di tengah jalan. “Saksi ini menginfokan kepada anggota lantas bahwa mobil ada yang mogok nih, ada yang berhenti di tengah jalan. Kemudian Kanit Lantas, anggota lantas langsung datang dan mendorong mobil tersebut, namun direm tangan,” pungkas Alex.

Advertisement