Sebuah video yang menampilkan grup drumband berjoget dengan pakaian minim di atas panggung wisuda madrasah diniyah (madin) viral di media sosial. Pihak panitia acara memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi di Bakung, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak tersebut.
Penjelasan Panitia
Ketua Panitia, Ghozali, menjelaskan bahwa acara wisuda yang juga dikenal sebagai haflah akhirussanah itu digelar pada Minggu, 1 Februari 2026. Rangkaian acara dimulai sejak pagi hingga malam hari, meliputi karnaval, hafalan kitab, hingga pengajian umum.
“Kejadiannya Minggu, 1 Februari,” kata Ghozali saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026), dilansir detikJateng. “Jadi memang itu dari pagi yang karnaval kemudian hafalan kitab-kitab dan seterusnya dan seterusnya sampai malam pengajian umum. Niku itu satu rangkaian haflah akhirussanah.”
Penampilan Tanpa Izin
Menurut Ghozali, penampilan drumband di atas panggung itu terjadi setelah karnaval keliling kampung selesai dan tanpa sepengetahuan serta izin dari panitia. Saat itu, panitia sedang fokus menjamu tamu di lokasi lain.
“Karnaval selesai itu finish di halaman madrasah. Nah, sampai di halaman madrasah kita panitia itu kan menyambut tokoh bapak-bapak yang ikut tadi kan untuk kita ajak singgah kita transit sekadar minum-minum ngopi-ngopi di sana,” tutur Ghozali.
Ia menambahkan, grup drumband tersebut menambah beberapa lagu. “Mungkin karena di halaman itu kan penuh dengan pengunjung, penonton dari ibu-ibu dan lain sebagainya itu kan di halaman penuh, mungkin karena itu, inisiatif dari drumband itu naik ke panggung tanpa tanpa izin panitia,” sambungnya.





