Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menggelar pertemuan strategis di Gedung D Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta, pada Jumat (6/2/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, serta Rektor Universitas Nasional (UNAS), El Amry Bermawi Putera. Agenda utama adalah penjajakan kerja sama antarlembaga di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Peran Sejarah dan Budaya UNAS
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menekankan keterikatan historis Universitas Nasional dengan kebudayaan nasional. Ia menyoroti peran Sutan Takdir Alisjahbana, pendiri UNAS yang juga dikenal sebagai budayawan dan sastrawan besar Indonesia.
“Universitas Nasional ini adalah institusi yang sangat dekat dengan kebudayaan karena didirikan oleh Sutan Takdir Alisjahbana tahun 1949. Cikal bakalnya tahun 1945, tapi resminya tahun 1949. Jadi secara institusi resmi, UNAS mungkin kedua sebagai universitas swasta yang berdiri setelah Universitas Islam Indonesia. UNAS bagi saya bersejarah, karena salah satu budayawan, seniman, sastrawan yang mendirikan universitas ini adalah Sutan Takdir Alisjahbana,” ucap Fadli Zon.
Penguatan Kontribusi Lulusan Sejarah
Fadli Zon juga mengungkapkan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap bidang sejarah. Ia menilai penguatan aspek kesejarahan penting agar lulusan sejarah memiliki ruang kontribusi yang lebih luas dan terserap di dunia kerja.
“Bidang sejarah ini menjadi salah satu concern atau perhatian dari Pak Presiden. Sebagai contoh, kalau lulusan teknik sering direkrut perusahaan-perusahaan. Seharusnya itu juga bisa dilakukan untuk lulusan sejarah. Kebutuhan sejarah itu harus menjadi salah satu hal yang bisa kita kuatkan kembali,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fadli Zon mendorong pelaksanaan konferensi sejarah nasional tahunan yang melibatkan akademisi dan pakar. Tujuannya adalah memperkuat narasi Indonesia sebagai pusat ilmu, budaya, dan peradaban.
Partisipasi Mahasiswa dalam Kebudayaan
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto menekankan pentingnya pelibatan mahasiswa secara aktif dalam berbagai program, khususnya yang berkaitan dengan isu politik dan pelestarian kebudayaan.
“Kami tentu berharap, perguruan tinggi seperti UNAS semakin berkembang dan bersinergi bersama kementerian-kementerian lain. Kita juga bisa melibatkan partisipasi mahasiswa, karena generasi sekarang semakin tertarik kepada politik dan kebudayaan,” ujar Brian.
Harapan Sinergi untuk Kemajuan
Mengakhiri dialog, Fadli Zon berharap sinergi antara ketiga institusi dapat terus diperkuat demi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan nasional. Ia menambahkan, UNAS diharapkan dapat terus berkembang sebagai pusat pemajuan ilmu dan kebudayaan, melanjutkan legasi pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana.
“Ke depannya, kita ingin UNAS ini juga semakin berkembang, karena ada legasi dari pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana yang menjadi semacam pusat untuk pemajuan ilmu dan kebudayaan,” tutupnya.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat Kemdiktisaintek dan Universitas Nasional, termasuk Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Publik dan Media Massa M. Fajar Shiddieq, Kepala Biro Hukum Ineke Indraswati, Rektor UNAS El Amry Bermawi Putera, serta para wakil rektor dan kepala biro dari UNAS.






