Berita

Eks Penyidik KPK Yudi Purnomo: Posisi Polri di Bawah Presiden Sudah Ideal

Advertisement

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap menyatakan dukungannya terhadap sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menolak wacana penempatan institusi Polri di bawah kementerian. Menurut Yudi, posisi Polri yang saat ini berada di bawah Presiden Republik Indonesia sudah sangat ideal.

Posisi Ideal untuk Tugas Kompleks

“Saya pun juga sependapat ya dengan Pak Kapolri, ya bahwa untuk saat ini memang sudah sangat ideal posisi dari Polri di bawah Presiden,” ujar Yudi dalam acara konsolidasi pikiran bertajuk ‘Mengawal Marwah Demokrasi: Polri di Bawah Presiden Sebagai Amanah Reformasi’ di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).

Yudi menjelaskan bahwa tugas kepolisian di era modern sangatlah kompleks. Mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, melakukan penegakan hukum, hingga memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Ia menilai, penempatan Polri di bawah Presiden akan sangat membantu institusi tersebut dalam menjalankan berbagai mandatnya.

Waspadai Upaya Pelemahan Institusi

Meskipun demikian, Yudi tidak menutup mata terhadap adanya kritik dan catatan perbaikan yang masih diperlukan di tubuh Polri. Ia mengakui bahwa masih ada oknum polisi yang bertindak sewenang-wenang dan perlu ditindak.

“Kita tentu paham memang polisi dikritik, ya silakan. Ada kelakuan-kelakuan oknum yang bertindak sewenang-wenang, ya akan ditindak dan sebagainya. Kita juga tidak bisa menutup mata,” tutur Yudi.

Namun, Yudi mengingatkan adanya pihak-pihak yang berupaya melemahkan institusi Polri. Ia mempertanyakan motif di balik upaya tersebut.

“Tetapi juga kita tidak menutup mata ketika ada orang-orang yang memang berusaha untuk melemahkan. Nah sekarang untuk melemahkan ini kan tentu motifnya seperti apa?” lanjut Yudi.

Advertisement

Pelajaran dari Pelemahan KPK

Yudi kemudian menarik pelajaran dari upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilainya dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Padahal, saat itu KPK sedang fokus menuntaskan kasus-kasus korupsi besar.

“Kita teriak-teriak ya bahwa ya KPK ini dilemahkan, ya posisinya yang independen kemudian bagian dari eksekutif. Pada waktu itu enggak, enggak ada orang yang mau mendengarkan secara masif. Bahkan saat itu kan demo di mana-mana. Tetapi kemudian, akhirnya kebobol. Yang terjadi (sekarang) ya KPK seperti saat ini, melemah,” ungkap Yudi.

Ia berharap agar institusi Polri tidak mengalami nasib serupa. Yudi menilai, Polri saat ini terus berupaya melakukan reformasi dan perbaikan di internalnya.

Kajian Mendalam untuk Restrukturisasi

“Saya sepakat reformasi polisi. Tetapi kalau kemudian berubah menjadi pemindahan struktur, atau berubah menjadi restrukturisasi, ini menurut saya harus ada hal yang kajian-kajian yang mendalam, ya mengapa terjadi seperti ini,” ujar Yudi.

Ia menekankan pentingnya memperkuat institusi Polri di tengah tantangan saat ini. Kritik dan pengawasan dari masyarakat, menurutnya, justru menjadi vitamin bagi Polri untuk terus berbenah.

“Tapi ingatlah bahwa memperkuat polisi itu justru sangat penting sekarang. Justru sekarang polisi ini kan tentu kita harus juga eh awasi juga. Kritik, kritik dan sebagainya bagi saya adalah vitamin bagi Polri sendiri,” imbuh dia.

Advertisement