Berita

Dugaan Penyekapan Pegawai Ekspedisi di Jakut, Polisi Ungkap Fakta di Balik Video Viral

Advertisement

Sebuah video yang menarasikan dugaan penyekapan terhadap lima pegawai perusahaan ekspedisi di Jakarta Utara beredar viral di media sosial. Pihak kepolisian menyatakan telah turun tangan untuk menyelidiki kasus ini.

Kronologi Versi Video Viral

Dalam video yang beredar pada Minggu (8/2/2026), disebutkan bahwa lima orang pekerja kurir diduga disekap atas tuduhan penggelapan barang senilai Rp 300 juta. Penyekapan tersebut dikabarkan terjadi di sebuah gudang di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Narasi dalam video menyebutkan bahwa kejadian bermula ketika kelima kurir yang bertugas memuat barang dijebak oleh seorang sopir. Sopir tersebut diduga telah menggelapkan seluruh barang bernilai Rp 300 juta dan meminta kelima kurir untuk menanggung kerugian tersebut.

“Nggak taunya itu barang digelapkan sama sopirnya, sudah berkali-kali senilai Rp 300 juta. Akhirnya ketahuan sama perusahaan orang berlima ini disuruh bayar Rp 30 juta satu orang. Jadi kalau nggak bayar katanya di penjara,” ujar seseorang dalam video tersebut.

Penjelasan Polisi

Menanggapi informasi tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Handam Samudro mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai dugaan penyekapan pegawai ekspedisi.

“Laporan call center Polri 110 terkait dugaan penyekapan. Namun secara resmi keluarga tidak ada yang membuat laporan polisi di polsek atau polres,” kata Handam saat dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026).

Menurut Handam, kabar penyekapan ini berawal dari dugaan penggelapan barang konsumen yang dilakukan oleh oknum sopir yang diduga bekerja sama dengan karyawan gudang ekspedisi.

“Kronologis awalnya ini terkait dengan dugaan penggelapan barang konsumen oleh oknum sopir yang diduga bekerja sama dengan karyawan gudang ekspedisi tersebut,” jelas Handam.

Advertisement

“Dikarenakan pihak ekspedisi mengganti kerugian kepada konsumen, maka pihak ekspedisi meminta pertanggung jawaban kepada karyawan-karyawanya ini,” tambahnya.

Temuan di Lokasi Kejadian

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok segera mendatangi gudang yang dimaksud. Namun, polisi tidak menemukan adanya penyekapan seperti yang dilaporkan dalam video viral.

“Aduan tersebut kami respon selanjutnya personel Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok turun ke lokasi sesuai laporan. Pada saat anggota kami ke TKP (tempat kejadian perkara) posisi mereka berada di ruang kerja bersama pihak manajemen dan security. Posisi ruangan juga tidak terkunci,” ungkap Handam.

Handam menambahkan bahwa pihak ekspedisi dan para pegawai telah melakukan komunikasi dan sepakat untuk menempuh jalur kekeluargaan.

“Selanjutnya terjadi komunikasi antara pihak ekspedisi dengan karyawan dan mereka sepakat menempuh jalur kekeluargaan dan para pihak tidak membuat laporan polisi secara resmi,” tuturnya.

Meskipun demikian, Handam memastikan bahwa pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penggelapan dan berita yang berkembang mengenai penyekapan.

“Kami akan tetap melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut baik terkait dengan dugaan penggelapan maupun berita berkembang terkait penyekapan,” pungkasnya.

Advertisement