Berita

Dito Ariotedjo Tegaskan Tak Berada di Rumah Mertua Saat KPK Geledah Terkait Kasus Korupsi Haji

Advertisement

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo memberikan klarifikasi mengenai penggeledahan di rumah pemilik Maktour, Fuad Hasan, yang juga merupakan mertuanya. Dito menegaskan bahwa ia tidak berada di lokasi kejadian saat tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terkait penyidikan kasus korupsi kuota haji.

Klarifikasi Keberadaan Dito Ariotedjo

“Saya tidak di lokasi. Yang ada waktu itu masih istri saya,” ujar Dito di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026). Ia menambahkan bahwa dalam kultur keluarga Timur Tengah, rumah seringkali dihuni banyak anggota keluarga secara bersamaan.

Dito diperiksa sebagai saksi oleh KPK selama tiga jam dalam kasus korupsi kuota haji. Ia menyatakan bahwa pertanyaan yang diajukan penyidik tidak banyak terkait Maktour.

“Ditanya aja Pak Fuad sebagai bapak dari istri saya sempat bertanya atau nggak, ya saya, saya sudah sampaikan. Cuma satu pertanyaan, kok,” jelas Dito.

Pemeriksaan Terkait Kunjungan ke Arab Saudi

Dalam pemeriksaan tersebut, Dito juga ditanyai mengenai kunjungan kerjanya ke Arab Saudi bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2022. Kunjungan itu membahas berbagai topik, termasuk investasi dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dito mengungkapkan bahwa dalam kunjungan tersebut, ia dan Presiden Jokowi juga bertemu dengan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS). Namun, ia membantah adanya pembahasan spesifik mengenai permintaan penambahan kuota haji dari pemerintah Indonesia.

“Saat pertemuan itu tidak ada pembahasan spesifik tentang kuota. Tapi memang pertemuan bilateral waktu itu, saya ingat sekali, dari Putra Mahkota Perdana Menteri Muhammad bin Salman itu sangat senang dengan pertemuannya Pak Jokowi,” kata Dito.

Ia juga menjelaskan alasan tidak adanya Menteri Agama saat itu, Yaqut Cholil Qoumas, dalam kunjungan kerja tersebut. Menurut Dito, pertemuan di Arab Saudi tidak hanya membahas satu topik.

Advertisement

“Waktu itu saya ingat ada investasi, ada juga waktu itu kalau tidak salah IKN, dan juga salah satunya yang topik utama pasti ke Arab Saudi itu pasti yang ada di benak semua masyarakat kan pasti haji,” tuturnya.

“Itu yang disampaikan Bapak Presiden. Dan waktu itu saya ingat betul dari Prince MBS, Perdana Menteri itu semangat untuk semuanya ditindaklanjuti. Dan di pertemuan itu tidak ada juga terkait dengan jumlah kuota,” sambungnya.

Penggeledahan Rumah Bos Maktour

Sebelumnya, KPK pernah menggeledah rumah pribadi Fuad Hasan pada September 2025 terkait kasus ini. Muncul kabar bahwa Dito Ariotedjo turut hadir di lokasi saat penggeledahan berlangsung.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, saat itu menyatakan bahwa penggeledahan dilakukan dengan mengundang pemilik rumah atau pihak keluarga. Mengenai kehadiran Dito, KPK menyatakan akan melakukan pengecekan kembali.

“Jadi penggeledahan yang dilakukan tentu misalnya di rumah saudara F begitu ya, KPK mengundang saudara F itu untuk ada di situ, ataupun pihak-pihak lain misalnya pihak-pihak keluarga,” kata Budi Prasetyo.

“Nanti kami cek ya terkait detail informasi itu (keberadaan Dito Ariotedjo di rumah Fuad saat penggeledahan),” tambahnya.

Kasus Korupsi Kuota Haji

Kasus korupsi kuota haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024 telah naik ke tahap penyidikan di KPK. Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan mantan stafsusnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, telah ditetapkan sebagai tersangka. Bos Maktour, Fuad Hasan, juga termasuk pihak yang dicegah untuk bepergian ke luar negeri terkait kasus ini.

Advertisement