Berita

Dishub Bekasi Siapkan Dua Opsi Lokasi Pembangunan Halte Transjakarta di Jatiasih

Advertisement

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi berencana membangun halte Transjakarta di kawasan Komsen Jatiasih, Kota Bekasi, dalam waktu dekat. Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan warga terkait minimnya fasilitas bagi penumpang rute B41 Jatiasih-Cawang Sentral.

Selama ini, penumpang Transjakarta di titik tersebut terpaksa menunggu di area ruko kosong dan trotoar pinggir jalan. Kondisi ini dinilai kurang memadai karena tempat tunggu hanya beratap seng, tanpa kursi, sehingga warga kerap kehujanan saat cuaca buruk.

“Setelah melihat animo masyarakat yang cukup tinggi terkait bus Transjakarta rute Cawang-Bekasi, ternyata mengakibatkan antrean yang mengular di bus stop yang disiapkan. Pemerintah Kota Bekasi melalui dinas perhubungan ikut mencari solusi terbaik, tentunya dengan menyediakan tempat pemberhentian bus yang layak. Dalam hal ini halte untuk Transjakarta yang layak,” kata Kabid Sarpras Dishub Kota Bekasi, Soenaryo Utomo, ditemui di Kantor Dishub, Senin (23/2/2026).

Pihak Dishub Bekasi telah memetakan dua lokasi potensial untuk pembangunan halte baru. Kedua lokasi tersebut berjarak cukup dekat dengan tempat pemberhentian bus saat ini.

Opsi Lokasi Halte Transjakarta Baru

Soenaryo menjelaskan dua opsi lokasi yang dipertimbangkan:

  • Lokasi pertama berada di taman depan McDonald’s, yang dinilai cukup lebar untuk dibangun fasilitas halte di median jalan, serupa dengan halte di Jakarta.
  • Lokasi kedua terletak di kolong flyover Tol Jatiasih yang akan masuk pintu tol, dekat dengan taman skate park.

Soenaryo menekankan bahwa pemilihan lokasi harus memastikan aspek kelayakan dan status lahan harus milik pemerintah untuk menghindari masalah di kemudian hari.

Pendanaan Melalui CSR

Terkait pendanaan, Dishub Bekasi membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui skema corporate social responsibility (CSR). Pembangunan halte ini kemungkinan besar tidak dapat menggunakan APBD murni tahun 2026.

Advertisement

“Untuk pembangunan haltenya itu tidak bisa menggunakan anggaran murni 2026. Ini harus menggunakan anggaran minimal anggaran perubahan di 2026, gitu. Tapi kalaupun anggaran perubahan juga tidak dapat dilaksanakan karena perencanaan sudah ada juga, maka kita nggak kehabisan akal. Kita akan menggandeng pihak swasta untuk bisa menyediakan dan membangun halte untuk kepentingan masyarakat Kota Bekasi,” jelasnya.

Proses koordinasi awal dengan perusahaan dijadwalkan mulai berjalan minggu ini. Jika perusahaan dan lokasi sudah bisa dipastikan, proses pembangunan fisik halte diperkirakan hanya memakan waktu sekitar satu bulan.

Fasilitas dan Imbauan

Halte baru ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas standar yang menunjang kenyamanan penumpang, seperti tempat duduk dan charging station.

“Fasilitasnya akan kita sesuaikan dengan halte Transjakarta pada umumnya, seperti tempat duduk dan charging station,” tambahnya.

Soenaryo mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum yang akan disediakan. Ia berpesan agar tidak terjadi aksi vandalisme atau kurangnya kepedulian warga dalam merawat sarana transportasi yang ada.

“Ke depannya mohon kiranya masyarakat untuk bisa ikut memelihara fasilitas umum yang ada. Bukan hanya halte, tapi juga sarana-sarana lainnya yang digunakan untuk masyarakat umum,” imbuhnya.

Advertisement