Sepakbola

Gary Neville: Kemenangan Arsenal di Etihad Kunci Juara Liga Inggris Musim Ini

Advertisement

Legenda Manchester United, Gary Neville, memprediksi duel antara Manchester City dan Arsenal pada 18 April mendatang di Etihad Stadium akan menjadi penentu perebutan gelar Liga Inggris musim ini. Neville berpendapat, jika Arsenal mampu meraih kemenangan di kandang City, maka gelar juara akan menjadi milik The Gunners.

Persaingan Sengit di Papan Atas

Persaingan di puncak klasemen Liga Inggris musim ini memang masih sangat ketat. Arsenal saat ini memimpin klasemen dengan 61 poin, namun hanya unggul lima poin dari Manchester City yang berada di posisi kedua. Keunggulan City semakin kuat karena mereka masih memiliki satu pertandingan tunda dibandingkan Arsenal.

Situasi ini membuat sisa musim diprediksi akan berjalan alot. Pertemuan kedua tim di Etihad Stadium menjadi salah satu momen krusial yang dinanti.

Pengalaman Neville Bersaing dengan Arsenal

Gary Neville, yang kini beralih profesi menjadi pandit, membandingkan situasi saat ini dengan pengalamannya sendiri ketika membela Manchester United. Ia pernah merasakan langsung bagaimana sengitnya persaingan gelar dengan Arsenal, di mana tim Meriam London berhasil memenangkan gelar pada musim 1998 dan 2002 setelah meraih kemenangan di Old Trafford.

Advertisement

“Saya telah berpikir selama beberapa tahun, ketika Arsenal berjuang untuk meraih gelar ini, bahwa mereka harus menang di Etihad,” ujar Neville dalam podcastnya. “Saya hanya memikirkannya selama beberapa tahun: menangkanlah. Itulah satu-satunya cara yang benar.”

Neville mengenang momen-momen krusial tersebut dengan detail. “Saya selalu teringat ketika Arsenal datang dan memenangkan gelar – gol Overmars pada tahun 1998, gol Wiltord pada tahun 2002. Gol-gol yang masih membuat saya merinding. Gol-gol itu membuat Anda merinding karena membungkam kota; bukan hanya membungkam stadion,” jelasnya.

Pertandingan antara Manchester City dan Arsenal ini diprediksi akan menyajikan tontonan menarik dan penuh drama, mengingat kedua tim memiliki sejarah persaingan yang panjang dan intens.

Advertisement