Berita

Dharma Pongrekun Senang Jadi Materi ‘Mens Rea’ Pandji Pragiwaksono, Anggap Berkah

Advertisement

Eks calon gubernur DKI Jakarta, Dharma Pongrekun, menyatakan kegembiraannya setelah namanya masuk menjadi salah satu materi dalam pertunjukan stand up comedy ‘Mens Rea’ yang dibawakan oleh Pandji Pragiwaksono. Dharma menganggap hal ini sebagai sebuah berkah.

Dharma Anggap Materi Komedi Sebagai Berkah

Pernyataan ini disampaikan Dharma Pongrekun dalam sebuah video kolaborasi di kanal YouTube Ngaji Roso bersama Mas Hendra. Ia mengungkapkan rasa senangnya karena disandingkan dengan tokoh-tokoh nasional ternama dalam materi tersebut.

“Senang. Senang karena apa? Saya ditaruh di depan. Walaupun kemudian agak-agak…. Nggak apa-apa, buat saya begini, sesuatu itu tergantung sudut pandangnya. Saya anggap ini sebagai berkah,” ujar Dharma dalam video yang diakses pada Kamis (15/1/2026).

Dharma merasa terhormat namanya bisa sejajar dengan figur publik seperti Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta mantan presiden seperti Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri. Ia bahkan membayangkan kebanggaan keluarganya di kampung halaman.

“Siapa saya? Digabungkan dengan Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran, terus siapa lagi, Pak Jokowi, Ibu Mega, saya dimasukin di situ, senang saya,” tuturnya. “Senangnya apa? Saya punya saudara-saudara di kampung, wih… Om ada di situ,” tambahnya.

Advertisement

Tak Tersinggung, Pertanyakan Gestur Pandji

Meskipun merasa senang, Dharma Pongrekun mengaku tidak tersinggung dengan materi yang dibawakan Pandji Pragiwaksono. Namun, ia secara spesifik menyoroti dan mempertanyakan gestur Pandji yang menjilat-jilat jari dalam penampilannya.

“Saya nggak ada rasa tersinggung, nggak. Cuma ada yang ngasih tahu. Eh, lu tahu nggak gini sampai lama-lama, itu tandanya lu disindir gay. Ah, serius? Itu. Saya pengin tahu, apakah benar itu tanda bahwa gay,” ungkapnya.

Keinginan Bertemu Pandji untuk Diskusi COVID-19

Lebih lanjut, Dharma menyatakan keinginannya untuk dapat bertemu langsung dengan Pandji Pragiwaksono. Tujuannya adalah untuk berdiskusi dan menjelaskan secara mendalam mengenai pandangannya terkait COVID-19, termasuk alasan mengapa ia tidak merasa takut terhadap virus tersebut.

“Saya rindu pengin ketemu. Supaya saya bisa diskusi untuk menjelaskan dari A sampai Z, kenapa saya tidak takut pada COVID. Karena saya punya dokumennya,” jelas Dharma.

Advertisement