Jakarta – Penemuan tragis tiga orang dalam satu keluarga yang tewas di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menyisakan duka mendalam bagi para tetangga. Saksi mata, Aryuni Wulan Febri (51), yang merupakan tetangga korban, menceritakan momen mengerikan saat jasad para korban ditemukan dalam kondisi berbeda di dalam rumah.
Kronologi Penemuan Jasad
Jasad yang ditemukan meliputi Siti Solihah (50), sang ibu; anak pertamanya, Afiah Al Adilah Jamaludin (28); dan anak keempat, Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Tragisnya, anak ketiga Siti, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), ditemukan selamat namun dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Wulan, yang rumah kontrakannya bersebelahan dengan rumah korban, mengaku tiba di lokasi tak lama setelah anak kedua korban, Khadafi, pulang kerja. Khadafi lah yang pertama kali menemukan ibu dan dua saudaranya tak bernyawa dan berteriak histeris.
“Nah, itu cuma saya lihat, cuma nggak menyapa, memang saya lihat aja gitu , oh masnya sebelah gitu . Pas sudah masuk, nggak lama sekitar 5 menit itu masnya teriak-teriak gitu . Saya kedengeran kan kirain saya mungkin berantem gitu ,” tutur Wulan menceritakan kepanikan Khadafi.
Khadafi kemudian meminta tolong Wulan untuk melihat kondisi ibunya. “Saya keluar, terus tanya, ‘minta tolong, Ibu, minta tolong dong, tolong, Ibu saya keracunan’ gitu . Saya kira, eh keracunan apa gitu kan. ‘Ibu lihat dulu’ gitu , ‘Ibu lihat dulu’ gitu ,” tambah Wulan menirukan ucapan Khadafi.
Kondisi Korban yang Mengenaskan
Saat Wulan ikut masuk ke dalam rumah, ia melihat kondisi para korban yang memprihatinkan. “Saya nggak fokus ke situ. Karena fokus saya, karena kan aduannya ibunya keracunan. Jadi saya lihat kondisi ibunya aja . Nggak tahunya sudah berbusa, jadi saya nggak berani gitu . Nggak berani pegang atau masih hidup apa nggak, saya nggak berani kan. Harus keluar, saya panggil Pak RT dulu biar tahu kan,” jelasnya.
Wulan menambahkan bahwa keluarga tersebut baru mengontrak di wilayah Warakas, Jakarta Utara, sekitar lima bulan.
Penjelasan Polisi dan Kondisi Anak yang Selamat
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso membenarkan bahwa jasad ketiganya ditemukan oleh salah satu anak korban yang pulang kerja. “Keterangan awal ya, keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu, kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi apa… ya tiduran tapi mengeluarkan busa,” ujar Onkoseno kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).
Sementara itu, anak ketiga korban, Abdullah Syauqi Jamaludin, ditemukan selamat. Wulan menggambarkan kondisi Syauqi saat itu terlihat bingung dengan pandangan kosong. “Iya, berdiri kan gitu . Saya tanya, ‘Ini Ibu kenapa?’, ‘Nggak tahu’ katanya gitu . Kayak gimana ya, kayak pandangannya kosong, kayak bingung gitu -lah. Di belakang. Keluar dari belakang, keluar dari kamar mandi kayaknya sih,” ungkap Wulan.
Saat tim medis datang, Wulan melihat tubuh Syauqi melepuh. Ia sempat duduk terdiam sebelum akhirnya dibawa keluar. “Pak RT nunggu ambulans sama kepolisian kan, itu Syauqi masih di dalam duduk. Kalau Khadafi-nya kan histeris terus, histeris, aku pengin bunuh diri, nggak punya siapa-siapa lagi gitu . Kita kan ikut sedih juga kan, kalau Syauqi duduk diam aja . Nah, pas medis datang, itu baru diangkat keluar dah pingsan atau apa nggak ngerti saya,” kenang Wulan.
Wulan juga memastikan kondisi rumah korban tidak berantakan saat ditemukan. Ia tidak mencium bau menyengat dari rumah tersebut, namun kondisi mulut korban yang berbusa menjadi tanda bahaya yang ia laporkan kepada Ketua RT setempat sebelum akhirnya menghubungi ambulans dan kepolisian.






