Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil menemukan sejumlah barang berbahaya, termasuk bom molotov dan senjata tajam, dari seorang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat. Penemuan ini dilakukan setelah insiden pelemparan bom molotov di lingkungan sekolah.
Rincian Barang Bukti yang Ditemukan
Juru Bicara Densus 88 Polri, Kombes Mayndra, merinci barang bukti yang ditemukan dari siswa tersebut. Ia menyatakan, “Padanya ditemukan beberapa benda berbahaya yakni lima buah gas portabel yang bagian sampingnya direkatkan petasan, paku, dan pisau. Kemudian enam buah botol berisi bahan bakar minyak dan sumbu kain atau bom molotov, dan satu bilah pisau.”
Lebih lanjut, Mayndra menjelaskan bahwa empat petasan yang ditemukan meledak saat kejadian di sekolah pelaku. Peledak tersebut diduga ditujukan untuk memicu bom molotov agar meledak. Ledakan petasan ini menyebabkan satu korban luka, yang juga merupakan seorang siswa.
“Iya siswa juga (korban luka),” ucap Mayndra.
Dugaan Paparan Ideologi Kekerasan
Mayndra menduga pelaku anak terpapar ideologi kekerasan ekstrem melalui grup True Crime Community (TCC). “Anak yang terpapar TCC ini merupakan siswa SMP Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat,” kata Mayndra.
Kronologi Kejadian
Insiden dugaan pelemparan bom molotov terjadi di SMPN 3 Sungai Raya pada Selasa (3/2/2026). Pelaku yang merupakan siswa kelas IX diamankan kepolisian setelah melemparkan botol berisi bahan bakar yang disulut api ke arah area sekolah saat para siswa sedang menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada jam istirahat.
Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto membenarkan kejadian tersebut. “Benar, telah terjadi dugaan pelemparan bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya. Terduga pelaku sudah berhasil kami amankan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Hariyanto pada Selasa (3/2).
“Kejadian berlangsung secara tiba-tiba. Terduga pelaku datang ke lokasi sekolah dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang disulut api ke arah area sekolah,” tambahnya. Percikan api dan kepulan asap sempat muncul di lokasi kejadian, namun pihak sekolah dan warga sekitar berhasil melakukan penanganan awal sehingga api tidak merambat ke bangunan utama sekolah.
Dampak dan Tindakan Lanjutan
Akibat insiden ini, SMPN 3 Sungai Raya menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kebijakan ini diambil untuk merespons rasa khawatir yang masih dirasakan oleh siswa dan guru pasca kejadian.






