Berita

Debat Terbuka Menteri Trenggono dan Purbaya Jadi Alarm Soliditas Kabinet Prabowo

Advertisement

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono melontarkan kritik terbuka terhadap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui media sosial. Sikap ini menuai perhatian dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketua DPP PKB Daniel Johan menyatakan keheranannya atas tindakan kedua menteri tersebut.

Alarm Soliditas Kabinet

“Sesama menteri kok saling mendebat secara terbuka begitu, kelihatan nggak kompak yang dipertontonkan di hadapan rakyat, bikin masyarakat semakin bingung nanti, seperti tidak solid, tidak ada koordinasi antarkementerian,” ujar Daniel Johan saat dihubungi, Rabu (11/2/2026).

Menurut Daniel, perdebatan semacam itu seharusnya diselesaikan secara internal untuk memperkuat sinergi antarlembaga. Ia menilai insiden ini menjadi sebuah peringatan bagi jajaran kabinet Presiden Prabowo Subianto.

“Ini jadi alarm buat jajaran kabinet untuk lebih solid dalam hal komunikasi dan koordinasi. Kita berharap tim Kabinet Merah Putih bekerja secara solid menjalankan amanat Presiden demi kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Daniel menambahkan, jika memang ada ketidaksesuaian atau hal yang belum terkoordinasi, sebaiknya dibicarakan secara tertutup. “Sehingga segera diselesaikan tanpa harus sahut-sahutan seperti itu,” sambungnya.

Polemik Anggaran Kapal

Lebih lanjut, Daniel Johan enggan berspekulasi mengenai kemungkinan perombakan kabinet (reshuffle) akibat polemik ini. Ia menegaskan bahwa keputusan reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.

Advertisement

“Reshuffle kabinet sepenuhnya hak prerogatif Presiden, yang paham benar kinerja masing-masing menteri,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memberikan tanggapan atas pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait anggaran kapal yang disebut telah cair. Dalam sebuah video yang beredar, Purbaya menyatakan bahwa anggaran kapal dari Kemenkeu sudah cair, namun industri galangan kapal belum menerima pesanan.

Menanggapi hal tersebut, Trenggono meminta Purbaya untuk melakukan verifikasi internal terlebih dahulu kepada jajarannya di Kemenkeu. “Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar nggak itu uang kapal sudah dikucurkan,” ujar Trenggono dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @swtrenggono, dilansir dari detikFinance, Selasa (10/2).

Trenggono kemudian menjelaskan bahwa proyek pembangunan kapal yang dimaksud sebenarnya didanai melalui skema pinjaman dari Inggris. “Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK,” tegas Trenggono.

Pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa disampaikan saat acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Purbaya menyatakan keheranannya karena KKP belum juga melakukan pemesanan ke industri galangan nasional, padahal Kemenkeu telah mengucurkan anggaran pengadaan kapal untuk KKP.

Advertisement