Berita

Damkar Jakbar Temui Kendala Warung di Jalur Padat Palmerah Saat Uji Coba Akses

Advertisement

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat melakukan uji coba akses jalur pemadaman di permukiman padat penduduk di Kecamatan Palmerah. Petugas menemukan hambatan berupa warung di pinggir jalan yang menghalangi armada pemadam kebakaran terbesar.

Hambatan Aksesibilitas di Jalan Banjir Kanal Barat

Uji coba ini bertujuan untuk memetakan potensi hambatan dan mengukur kemampuan armada dalam menjangkau lokasi kebakaran. Namun, saat melintasi kawasan rawan kebakaran di Jalan Banjir Kanal Barat, Jatipulo, petugas mendapati sejumlah warung yang berjejer di sepanjang jalan.

Kepala Sudin Gulkarmat Jakbar, Suheri, menjelaskan bahwa unit armada pemadam dengan kapasitas terbesar, yaitu 10 ribu liter, tidak dapat menembus jalan tersebut karena terhalang oleh bangunan warung.

“Ada beberapa kendala yang ditemui selama pengujian akses jalan ini, di antaranya di Jalan Banjir Kanal Barat. Unit 2.500 liter tidak ada masalah, kemudian unit 4.000 liter masih masuk meskipun ada sedikit kendala. Namun, untuk unit 10 ribu liter tidak bisa masuk karena adanya bangunan warung di sepanjang jalan,” kata Suheri, dilansir Antara, Kamis (5/2/2026).

Strategi Alternatif: Pemberdayaan Masyarakat

Menyikapi keterbatasan akses ini, Damkar menyiapkan strategi alternatif dengan memberdayakan masyarakat setempat. Pemberdayaan ini meliputi penyuluhan intensif dan pemberian alat pemadam agar warga dapat menangani kejadian kebakaran secara mandiri.

“Nah, apabila ada jalan yang tidak bisa dilakukan penembusan oleh mobil Damkar, maka tindakan selanjutnya adalah pemberdayaan masyarakat yang berbasis lingkungan,” ujar Suheri.

Advertisement

Bentuk pemberdayaan tersebut mencakup penyuluhan pencegahan kebakaran, penyediaan alat pemadam api ringan (APAR), pompa portabel, dan hidran mandiri yang akan diberikan kepada masyarakat.

“Kami melakukan penyuluhan pencegahan kebakaran, juga memberikan penyediaan alat pemadam api ringan (APAR), pompa portabel, dan hidran mandiri yang akan diberikan kepada masyarakat untuk mengantisipasi bahaya kebakaran,” jelasnya.

Implementasi Program Jaga Jakarta

Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan implementasi dari strategi penanggulangan bencana di Jakarta dalam program Jaga Jakarta. Selain aspek teknis, kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran warga melalui penyuluhan penanganan kebakaran.

Dalam pelaksanaan uji akses, Gulkarmat Jakbar mengerahkan tiga jenis armada dengan kapasitas berbeda untuk menguji lebar dan akses jalan, yakni mobil pompa berkapasitas 2.500 liter, 4.000 liter, hingga unit besar kapasitas 10 ribu liter.

“Nah, ini diuji satu per satu. Kalau misalnya dari unit 2.500 liter tidak ada kendala, kita tingkatkan di unit 4.000 liter. Dan kalau tidak ada kendala lagi, kita lanjutkan ke 10 ribu liter,” tutur Suheri.
Advertisement