Seorang wanita bernama Khairun Nisa membuat heboh setelah kedapatan menyamar sebagai pramugari Batik Air dalam penerbangan rute Palembang-Jakarta pada 6 Januari 2026. Penyamarannya terbongkar berkat kejanggalan pada corak rok yang dikenakannya, yang berbeda dari standar perusahaan.
Kecurigaan Kru Pesawat
Saat duduk di kursi penumpang, Nisa mulai menunjukkan gelagat mencurigakan. Salah satu kru pesawat menghampirinya dan menanyakan perihal diklat pramugari. “Pada saat di pesawat, salah satu kru tanya ke dia, ‘Mbak diklat tahun berapa?’ bingung dia, akhirnya gelagapan. Di situ ketahuannya,” kata Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ipda Septian saat dihubungi, Kamis (8/1/2026).
Kecurigaan kru semakin kuat ketika motif rok yang dikenakan Nisa tidak sesuai dengan standar pramugari Batik Air. “Wanita atas nama Khairun Nisa ditegur oleh cabin crew pesawat Batik Air karena diduga memiliki warna corak rok pramugari Batik yang berbeda dengan rok yang dikeluarkan oleh perusahaan PT Lion Group,” jelasnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak kru maskapai segera menghubungi aviation security (avsec). Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Nisa langsung dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Namun, Septian menambahkan bahwa Nisa tidak sampai ditahan dan pihak maskapai tidak menempuh jalur hukum.
Seragam Dibeli dari Online Shop
Polisi mengungkap bahwa sejumlah properti yang digunakan Khairun Nisa, termasuk seragam, tanda pengenal, dan koper, dibeli melalui toko online. “Jadi barang-barang itu benar, ada ID card, seragam, itu semua dia beli di toko online,” ujar Ipda Septian.
Barang-barang yang diamankan antara lain seragam kebaya putih dan rok batik ungu, sepasang sepatu wedges, ID card, koper hitam, dan tas bertuliskan ‘Batik Air’.
Motif Penyamaran: Menyenangkan Orang Tua
Khairun Nisa mengaku nekat berpura-pura menjadi pramugari Batik Air demi menyenangkan hati orang tuanya. “Rencananya hanya untuk menyenangkan orang tuanya saja,” kata Ipda Septian.
Wanita asal Palembang, Sumatera Selatan, ini pernah melamar menjadi pramugari pada Maret 2025, namun tidak lulus meskipun orang tuanya telah mengeluarkan uang puluhan juta. Demi menutupi kekecewaan tersebut, ia kemudian berdandan seperti pramugari Batik Air.
Batik Air Ingatkan Masyarakat
Menanggapi insiden tersebut, Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihanto, meminta masyarakat untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Batik Air. Perusahaan hanya menyampaikan penawaran pekerjaan melalui kanal resmi.
“Batik Air mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Batik Air, termasuk: pihak yang mengaku sebagai awak kabin, karyawan, atau perwakilan Batik Air, permintaan uang, transaksi, atau data pribadi melalui jalur tidak resmi, penawaran tiket, promosi, atau kerja sama yang tidak berasal dari kanal resmi,” ujar Danang.
Danang menegaskan bahwa atribut yang digunakan Nisa bukanlah perlengkapan resmi. Ia juga mengapresiasi kru Batik Air yang bertugas sigap dan profesional dalam mendeteksi kejanggalan tersebut sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Kru Batik Air yang bertugas pada penerbangan rute Palembang-Jakarta pada 6 Januari 2026 telah menjalankan tugas secara sigap dan profesional sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kru mengenali adanya kejanggalan saat fase inflight service, melakukan pengamatan dan konfirmasi sesuai kewenangan,” ujar Danang.
“Serta setelah pesawat mendarat dengan selamat, segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan penerbangan (Aviation Security) untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” sambungnya.





