Berita

Buruh Bubarkan Diri, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat Kembali Dibuka

Advertisement

Massa buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh yang menggelar aksi unjuk rasa menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 akhirnya membubarkan diri. Pembubaran diri ini membuat lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kembali dibuka.

Pantauan di lokasi pada Kamis (8/1/2026) pukul 15.47 WIB, massa terlihat meninggalkan area demonstrasi dengan berjalan kaki. Tiga unit mobil komando yang digunakan selama aksi juga menyusul meninggalkan lokasi. Petugas kebersihan dari dinas terkait tampak segera membersihkan area bekas demonstrasi.

Sebelumnya, massa buruh menuntut revisi UMP DKI Jakarta 2026 dari Rp 5,73 juta menjadi Rp 5,89 juta per bulan. Tuntutan ini didasarkan pada Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dinilai belum terpenuhi secara optimal.

Tuntutan Revisi UMP DKI Jakarta

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan bahwa besaran UMP DKI Jakarta saat ini dinilai tidak masuk akal jika dibandingkan dengan upah buruh di daerah penyangga seperti Karawang dan Bekasi. Ia menyoroti kesenjangan upah antara pekerja kantoran di Jakarta dengan buruh di sektor manufaktur.

“Pada hari ini kembali isu yang diangkat adalah dua hal. Satu, kami meminta Gubernur DKI Jakarta merevisi UMP DKI Jakarta 2026 dari Rp 5,73 juta menjadi Rp 5,89 juta, sesuai 100 persen KHL agar upah DKI Jakarta tidak terlalu jauh di bawah Karawang dan Bekasi,” ujar Said Iqbal kepada wartawan di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).

Advertisement

Said Iqbal menambahkan, “Karena tidak masuk akal upah para pekerja karyawan yang bekerja di gedung-gedung bertingkat, di gedung-gedung pencakar langit, kalah upahnya dengan pabrik panci di Karawang, kalah upahnya dengan pabrik plastik di Bekasi.”

Ia mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk bersikap realistis dalam menetapkan UMP. Menurutnya, angka Rp 5,73 juta tidak mencerminkan kondisi ekonomi dan kebutuhan hidup di ibu kota. Kenaikan menjadi Rp 5,89 juta dinilai lebih sesuai dengan KHL.

Akibat aksi demonstrasi tersebut, sempat terjadi pengalihan arus lalu lintas. Jalan Medan Merdeka Selatan arah Jalan MH Thamrin dialihkan ke Jalan H Agus Salim. Sementara itu, Jalan Medan Merdeka Barat ke Jalan Medan Merdeka Selatan arah Gambir dibuka.

Advertisement